13 Negara Ikuti Kite and Wind Surfing Banyuwangi

0
778
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI- Ajang sport tourism kembali digelar Pemkab Banyuwangi. Di pekan akhir bulan Agustus ini, Banyuwangi Festival menghadirkan International Kite and Wind Surfing, Sabtu-Minggu, 26-27 Agustus. Selancar layang ini akan digelar di sebuah pulau eksotis yang terletak di sisi timur Banyuwangi, Pulau Tabuhan.

Ajang bergengsi ini akan diikuti 50 peselancar layang (kitesurfer) profesional dari 13 negara. Mulai dari Belanda, Thailand, Malaysia, Austria, Italia, Australia, Spanyol, dan New Zealand. Tak ketinggalan juga dari Amerika, Inggris, Swiss, Perancis, dan Indonesia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan sport tourism menjadi salah satu cara Banyuwangi untuk mempromosikan pariwisata daerah. Pulau Tabuhan merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang masuk Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. “Pulau Tabuhan memiliki angin yang cocok untuk digelar Kite and Wind Surfing,” kata Anas.

Bahkan angin di Pulau Tabuhan memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh tempat lainnya. Selain itu, Pulau Tabuhan menyimpan pesona yang indah. Pasir putih yang halus, air laut yang jernih dan biota laut yang menawan. Tak heran, banyak wisatwan yang pergi ke pulau ini untuk melakukan snorkeling.

Kite and wind surfing  sendiri adalah olahraga air yang mengombinasikan selancar angin, selancar, paralayang, bahkan senam menjadi satu jenis olahraga. Para atlet di papan selancar dihubungkan dengan layang-layang paralayang. Para peselancar layang memanfaatkan angin untuk menaklukkan air dan melayang-layang di udara, lalu melandai kembali berselancar di atas air dengan gerakan-gerakan yang akrobatik. Adapun windsurfing adalah olahraga dengan memanfaatkan tenaga angin untuk meluncur membelah air.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Antisipasi Covid-19, Rumah Dinas Bupati Anas Dijadikan Ruang Isolasi Darurat