175.265 Penumpang Bergerak Menuju Bali

0
157

BANYUWANGI – Prediksi kepadatan kendaraan maupun penumpang di Pelabuhan ASDP Ketapang di awal libur Natal dan tahun baru ini, tampaknya masih belum terjadi. Meski dari segi jumlah penumpang maupun kendaraan yang menyeberang mengalami  peningkatan, namun kondisi Pelabuhan Ketapang sejauh ini terpantau lancar.

Tidak ada kepadatan kendaraan yang berarti di pelabuhan itu kemarin (24/12). Manajer Usaha PT. Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang, Ardhi Ekapati mengatakan, hal itu terjadi karena libur panjang  tahun ini bersamaan dengan libur  sekolah.

Dengan begitu, kepadatan kendaraan maupun penumpang bisa terdistribusi secara merata di akhir pekan ini. Untuk pelayanan bagi pengguna angkutan laut, selain mengoperasikan 42 kapal, ASDP Ketapang  juga mewajibkan kapal melakukan percepatan proses bongkar muat. Yang awalnya 38 menit menjadi  32 menit.

”Dengan efisiensi waktu bongkar muat maka trip perjalanan kapal di lintas Selat Bali semakin banyak. Tahun ini total  trip kapal di Pelabuhan Ketapang naik 25 persen dari tahun lalu,” jelas Ardhi. Dari data produksi ASDP Ketapang selama sepekan terakhir   yang diperoleh, penumpang yang melintasi Pelabuhan Ketapang  menuju Pulau Bali sudah mencapai 175.265 orang.

Lonjakan selanjutnya juga terpantau dari pengguna kendaraan roda dua yang naik sebanyak 44 persen.  Tidak jauh berbeda dengan jumlah pengguna roda empat yang  mencapai hampir 30 ribu unit. ”Data dari H-7 sampai dengan H-2, penumpang naik 6 persen dari tahun lalu 164.769 orang, kendaraan roda dua sejumlah  14.244 unit naik 44 persen dari  tahun lalu dan R4 naik 4 persen  dari tahun lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, meski kondisi Pelabuhan Ketapang masih belum terjadi kepadatan, namun dari segi pengaman dari pihak kepolisian tetap terus ditingkatkan. Kendaraan yang keluar masuk pelabuhan dicek secara merinci oleh petugas    dari surat kendaraan maupun   barang bawaan.

Pemeriksaan ini perlu dilakukan selain untuk memberi rasa aman juga diperuntukkan mengantisipasi aksi teror yang akhir-akhir ini marak terjadi di Indonesia.  Sebelumnya, Kapolres AKBP Agus Yulianto pernah mengatakan, khusus di Pelabuhan Ketapang, pengamanan memang lebih dioptimalkan dibandingkan objek vital lain di Banyuwangi.

Hal ini perlu dilakukan, kata dia, mengingat Pelabuhan Ketapang  adalah pintu masuk satu-satunya untuk menuju Pulau Bali. ”Ada penambahan personel. Sniper dari Brimob Polda Jatim kami kerahkan, akan tetapi titik-titiknya tidak bisa kami sebutkan,” kata Agus saat memimpin apel Operasi Lilin Semeru Kamis lalu (22/12).

Tidak hanya menerjunkan  personel gabungan dan beberapa  sniper dari Brimob Polda Jatim. Polres Banyuwangi juga menyiagakan dua anjing pelacak milik unit satwa Sabhara untuk memeriksa barang bawaan penumpang baik dari Bali maupun sebaliknya.

Kasat Sabhara Polres Banyuwangi, AKP Basori Alwi mengatakan dua anjing pelacak itu sejatinya akan disiagakan di Pelabuhan Ketapang untuk mengendus barang-barang mencurigakan yang dibawa oleh penumpang kapal baik pejalan kaki maupun pengendara  kendaraan bermotor.

”Anjing pelacak ini kami intensifkan  kepada barang bawaan penumpang utamanya yang menuju  Pulau Bali. Dua anjing ini bisa mengendus narkoba dan bom,”  kata Basori. (radar)

Loading...