Beranda Sosial 21 Geolog Teliti Emas Tumpang Pitu

21 Geolog Teliti Emas Tumpang Pitu

0
857

BANYUWANGI – Potensi emas Pulau Merah dan Tumpang Pitu, Banyuwangi, mengundang ketertarikan peneliti pertambangan nasional dan internasional untuk datang. Sebanyak 21 peneliti dari dalam dan luar negeri melakukan field trip (studi lapangan) ke wilayah pertambangan  Tumpang Pitu minggu lalu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Field trip itu merupakan hasil kerja sama tiga lembaga, yakni Society of Economic Geologists (SEG), CODES University of Tasmania, Australia, dan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI). Kedatangan peneliti itu dipimpin Geolog-ekonomi nasional, Ade Maryono, dan diikuti geolog-ekonomi dari Australia, Jepang,  razil, Mexico, Inggris, China, dan Laos.

Para peneliti itu tinggal selama dua hari di Pulau Merah. Mereka melihat dari dekat  kondisi bebatuan Pulau Merah, sekaligus observasi terkait aktivitas pertambangan yang ada. Ketua rombongan geolog, Prof. David Cooke, mengatakan Banyuwangi dipilih karena geolog dunia meyakini Pulau Merah  memiliki kandungan emas terbaik di dunia.

Dari kacamata geolog, potensi Pulau Merah memang luar biasa. Selain kandungan emasnya, pola-pola endapan  batuannya juga menarik. «Pulau Merah itu istimewa. Selain kandungan emasnya dinilai terbaik di dunia, bebatuan di sana bagaikan laboratorium alam yang luar biasa yang langsung bisa kita saksikan,» ujar guru besar CODES University of Tasmania itu.

Loading...

Para peneliti yang sebagian besar belum pernah ke Pulau Merah itu, kata Cooke, saat  diajak ke sana spontan melontarkan pujian. Semua acungkan jempol buat Pulau Merah. Sebab, tidak semua tempat punya lokasi seindah dan selengkap Pulau Merah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!