50 Tahun Membujang, Hidupnya Dihabiskan Jaga Makam

0
1148
JURU KUNCI: Asmat di rumahnya Desa Kalipait.

Asmat, termasuk juru kunci nomor kesekian dari sekian juru kunci yang pernah mengabdikan hidup menjaga dan merawat makam Eyang Suryo Bujo Negoro atau Mbah Dowo di Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Siapa dia?

UKURAN makam Eyang Suryo Bujo Negoro tidak seperti makam pada umumnya. Makam tersebut berukuran sekitar 7 meter. Maka jangan heran jika salah satu penyebar agama Islam di tanah Jawa itu biasa disebut Mbah Dowo.

Belum diketahui secara pasti kapan Mbah Dowo wafat. Sebab, di pemakaman itu tidak disebutkan tentang hari dan tanggal meninggalnya. Apalagi, makam tersebut baru beberapa tahun terakhir ada juru kunci.

Mulai ada juru kuncinya sejak tujuh tahun lalu,” ungkap Asmat kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Sejak saat itu, ada beberapa juru kunci yang menjaga makam tersebut. Sebab, makam tersebut ramai dikunjungi peziarah, baik lokal maupun dari luar daerah.

Sejak ada juru kunci pertama dibangun seperti ini. Sebelumnya tidak dikeramik,” terang juru kunci asal Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, itu. Beberapa juru kunci tidak mampu bertahan lama. Berbagai alasan yang menyebabkan para juru kunci itu tidak kuat mengabdi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Mancing di Laut, Pria Asal Muncar Ditemukan Tewas Tenggelam