Alas Purwo Tutup, Pertapa Balik Kanan

  • Bagikan
Palang pintu gerbang kawasan Taman Nasional Alas Purwo di Kecamatan Tegaldlimo, sudah ditutup kemarin (5/7). Foto Jawa Pos Radar Genteng

Jawa Pos Radar Genteng- Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, juga diterapkan di Taman Nasional (TN) Alas Purwo.

Tempat wisata sekaligus tempat favorit para pertapa dari seluruh penjuru Nusantara itu tutup sejak Sabtu lalu (3/7) lalu.

Penutupan Alas Purwo ini berdampak banyak wisatawan dan pertapa yang kecele.

Mereka terpaksa harus balik kanan kembali ke tempat asal masing-masing.

Petugas Teknis Pengelola TN Alas Purwo, Eko Prihanto menjelaskan, kawasan TN Alas Purwo ditutup mulai 3 Iuli hingga 20 Iuli 2021 mendatang.

Dengan adanya pemberlakuan PPKM Darurat, tidak ada wisatawan yang diperbolehkan mengunjungi kawasan wisata hutan tersebut.

“Sementara ini ditutup. Sesuai surat edaran, TN Alas Purwo akan kembali buka pada 21 Iuli 2021 mendatang,” ujarnya.

Dengan begitu, tidak ada kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara di Alas Puro.

Semua aktivitas wisata juga ditutup untuk sementara.

Hanya warga sekitar yang bekerja mencari hasil laut, yang diberi izin untuk masuk di kawasan TN Alas Purwo.

“Warga yang mencari hasil laut seperti kerang, gurita, lobster, dan ikan yang diperbolehkan masuk ke wilayah TN Alas Purwo. Karena itu merupakan mata pencaharian mereka setiap hari,” katanya.

Selama TN Alas Purwo ditutup, kata Eko, petugas tetap melakukan kegiatan rutin. Petugas tetap melakukan patroli hutan.

Petugas juga melakukan pembersihan area jalan menuju TN Alas Purwo.

Bahkan, petugas juga memberikan edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada warga sekitar taman nasional.

“Kalau ada warga yang masukkawasan dan tidak mengenakan masker, akan kami tegur. Ini sesuai perintah yang telah diberlakukan,” jelasnya.

Selain pintu masuk utama yang ditutup, petugas juga menutup seluruh akses jalan tikus menuju TN Alas Purwo.

Jalur masuk menuju Tanjung Sembulungan melalui jalur laut juga ditutup.

Sementara itu, banyak pertapa dan wisatawan luar daerah yang terpaksa putar balik.

Meskipun mengaku sedikit kecewa, namun para pertapa dan wisatawan itu mengaku akan kembali berkunjung lain waktu.

“Saya tidak tahu kalau TN Alas Purwo ditutup. Mau tidak mau, saya balik lagi karena tidak dapat masuk dan menjalankan ritual,” pungkas Joko Samudra, 43, warga Kota Serang, Provinsi Banten. (kri/bay)

Sumber : Jawa Pos Radar Genteng

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: