Anas Resmi Tinggalkan Pendapa Sabha Swagata

  • Bagikan

BANYUWANGI – Sekitar pukul 23.00 tadi malam (20/10) Bupati Abdullah Azwar Anas resmi meninggalkan Pendapa Sahba Swagata Blambangan. Anas bersama keluarganya meninggalkan rumah dinas satu jam sebelum masa jabatannya habis.

Setelah tidak tinggal di Pendapa, Anas menempati rumah pribadinya di lingkungan Baluk, Kebalenan, Banyuwangi. Sebelum resmi meninggalkan Pendapa Shaba Swagata Blambangan pada siang harinya Bupati Anas masih melakukan aktivitas pemerintahan di kantor Pemkab Banyuwangi dan menghadiri sejumlah kegiatan yang sudah lama terjadwal.

Anas meninggalkan ruang kerjanya di lingkungan Pemkab Banyuwangi sekitar pukul 16.00 setelah mengemas barang-barang pribadinya. Sebelum meninggalkan ruang kerjanya, Anas sempat melakukan perpisahan dengan sejumlah wartawan yang selama ini ngepos di lingkungan sekretariat daerah.

Sebelum memungkasi kegiatan kedinasan sebagai Bupati Banyuwangi pada acara Festival Kopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Anas melakukan perpisahan dengan pimpinan SKPD di pendapa pada sore hari.

“Setelah tidak menjabat bupati, maunya istirahat sejenak tapi beberapa acara sudah menunggu di beberapa kota,” ujar Anas kemarin. Anas mengungkapkan, meski tidak lagi menjabat bupati, tapi aktivitasnya tetap padat. Dalam dua minggu ke depan ada beberapa acara di Jakarta, Solo, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota lain.

“Saya sudah menyampaikan bahwa sudah tidak menjabat bupati lagi, tapi beberapa pengundang tetap memaksa saya harus hadir, katanya. Sementara itu, pelantikan Pj Bupati Zarkasi  kemarin sore belum ada kepastian.

Hasil rapat koordinasi Kabag Humas  dan Protokol Juang Pribadi dengan tim protokol Pemprov Jatim menghasilkan dua alternatif waktu pelantikan Pj bupati Banyuwangi. Juang mengungkapkan, alternatif pertama pelantikan akan digelar pada 22 Oktober 2015 besok.

Namun, alternatif pertama itu masih menunggu keputusan Gubernur Jatim Soekarwo. “Kalau pelantikan digelar 22 0ktober, ada empat Pj bupati yang akan dilantik, termasuk Pj bupati Banyuwangi,” kata Juang. Alternatif kedua, lanjut Juang, pelantikan Pj bupati akan digelar pada 2 November 2015.

Baca :
Prajurit Amerika Serikat Sempat Merasa Jijik Dan Geli Saat Latihan Bareng TNI AL, Ternyata Gara-gara Makan Ini

Kalau Pj bupati dilantik pada 2 November, maka akan ada beberapa Pj bupati dan Pj wali kota yang akan dilantik. “Protokol provinsi masih minta persetujuan gubernur. Kalau setuju dilantik 22 Oktober, maka Pj bupati Banyuwangi ikut dalam acara itu,” katanya.

Selama belum ada pelantikan Pj bupati, kata Juang. aktivitas pemerintahan di Banyuwangi akan dikendalikan Sekkab Slamet Kariyono sebagai pelaksana harian (Plh) bupati Banyuwangi. Kalau pelantikan Pj bupati digelar 22 Oktober, maka Sekkab Slamet akan memegang jabatan Plh bupati selama satu hari.

‘Kalau Pj bupati dilantik 2 November, maka sebelum Pj bupati dilantik akan dikendalikan Plh bupati,” tambah Juang. Calon Pj bupati Banyuwangi, Zarkasi, belum mau berkomentar banyak tentang jabatan barunya.

Kepala Bapemas Jatim itu menaku segera melaksanakan tugas sebagai Pj bupati Banyuwangi setelah resmi dilantik Gubernur Jatim. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: