Angkat Tema Keberagaman Etnis Bumi Blambangan

0
244

festival

Festival Kuwung Diikuti 900 Peserta

BANYUWANGI – Mendekati akhir tahun 2016, Banyuwangi kembali akan menyelenggarakan festival kuwung. Festival ke-49  dalam rangkaian Banyuwangi Festival ini akan kembali menampilkan aneka ragam budaya yang ada di Banyuwangi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY. Bramuda mengatakan, Festival Kuwung kali ini  mengusung tema Etnis Kembang  Setaman Bumi Blambangan. Dalam festival itu akan ditampilkan parade  fragmen dan defile yang mengangkat  keanekaragaman etnis di Banyuwangi.

Mulai  dari suku Using,  Jawa, Mandar,  Bali, Madura, Melayu dan Tionghoa yang selama ini menjadi bagian dari masyarakat Banyuwangi. Tema tersebut sengaja diangkat untuk menunjukkan bahwa kebhinekaan tidak menghalangi untuk  bersatu membangun daerah. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan yang tidak bisa dipecahkan  oleh siapa pun.

“Di sini kita tidak lagi berbicara orang Jawa, Oseng maupun Madura, tapi kita berbicara Banyuwangi,” tegas Bram. Sebanyak 900 lebih peserta rencananya akan turut menyemarakkan Festival Kuwung. Tak hanya  dari Banyuwangi, sebagian peserta juga berasal dari kabupaten/kota  lain di Indonesia.

Peserta luar daerah yang siap tampil antara lain Kota Bogor, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kediri, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sumbawa Barat. “Mereka akan menampilkan kesenian dan budaya asli daerahnya masing-masing,’’ imbuhnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, festival ini akan kembali digelar pada malam hari. Perwakilan 24 Kecamatan yang ada di Banyuwangi juga akan tampil dengan parade dan kendaraan yang dihias untuk berjalan menghibur masyarakat di sepanjang  jalan protokol.  Inilah yang membedakan Festival Kuwung dengan  festival lainnya. Bila festival lain menampilkan satu tematik budaya Banyuwangi, di Festival Kuwung  beragam tradisi khas Banyuwangi akan dipertontonkan.

“Apalagi ditambah dengan kehadiran peserta dari daerah lain, menjadikan Festival Kuwung sebagai etalase kesenian dan tradisi yang membanggakan,” tandas Bram. (radar)

Loading...