Enam Kabupaten Meriahkan Festival Kuwung

  • Bagikan

Dalam Pergelaran Festival Kuwung Sabtu Malam Besok

BANYUWANGI – Perhelatan terakhir dari rangkaian Banyuwangi Festival 2015 akan ditutup dengan Festival Kuwung Sabtu besok (5/12). Dalam kegiatan yang menampilkan warna-warni seni budaya Banyuwangi itu, enam kabupaten dipastikan berpartisipasi.

Diantaranya adalah Kabupaten Jembrana, Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten/Kota Probolinggo, dan Kota Denpasar. Tema Festival Kuwung tahun ini adalah cerita rakyat atau legenda (folklore).

Seperti talnm sebelumnya, ke-24 kecamatan yang berpartisipasi dibagi menjadi lima daerah penampil. Dari masing-masing Dapil mereka menyajikan cerita rakyat berbeda sesuai karakteristik masing-masing. Seperti di dapil II yang meliputi Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Kabat, Kecamatan Songgon, Kecamatan Licin, dan Singojuruh.

Mereka membawakan kisah Bersih Desa yang berisi cerita pageblug yang melanda salah satu desa.  Tak hanya kematian yang menimpa warga, pertanian pun gagal total karena pageblug itu. Sampai akhirnya Mbah Buyut Karti, salah satu tokoh di tempat tersebut, meminta beberapa warga berdandan mirip kerbau sebagai wujud keakraban antara mereka, dunia binatang dan dunia pertanian yang mereka tekuni.

Sambil mereka berdandan mirip kerbau, tak lupa mereka juga mengusung poro bungkil  Tradisi itulah yang kemudian menjadi kebo-keboan yang menjadi salah satu ikon di wilayah Banyuwangi selatan. Tidak berbeda dengan kisah atau cerita rakyat yang dibawa masing-masing dapil, keenam kabupaten yang berpartisipasi pun membawakan cerita rakyat dari wilayah mereka.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Cboliqul Ridha mengatakan, jika para peserta dari kabupaten lain menyesuaikan tema yang diusung Festival Kuwung kali  Seperti cerita Mahabarata yang diusung Kota Denpasar dan cerita asal-usul Kalibanger yang dibawa Kabupaten Kota Probolinggo.

Partisipasi dari keenam kabupaten itu, menurut Ridha, akan menambah daya tarik tersendiri bagi festival yang menjadi penutup rangkaian B-Fest tahun 2015. “Yang jelas akan membawa dampak bagi pergerakan ekonomi di Banyuwangi, karena mereka  membawa personel dan mungkin penonton juga dari daerahnya,” ujar Ridha.

Ridha berharap, para penonton Festival Kuwung dapat lebih menikmati pergelaran. Karena rencananya festival ini akan diselenggarakan pada malam hari, sehingga warga tidak perlu khawatir akan tersengat panas matahari.

“Nanti akan difokuskan pada permainan lightning.  Selain itu ada closing yang mengangkat tema untuk tahun depan, keberadaan partisipan dari kabupaten lain juga memberikan variasi berbeda supaya masyarakat juga bisa melihat cerita dari kabupaten lain,” pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: