Asal Api dari Benturan Sayap

0
155

BLIMBINGSARI – Terjawab sudah asal api dalam kecelakaan pesawat latih jenis Cessna 172 S milik sekolah pilot Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) di Bandara Blimbingsari,  Senin lalu (16/1). Api yang membakar pesawat itu disebabkan karena  percikan akibat benturan sayap   kanan pesawat yang menghantam  aspal landasan pacu.

Penjelasan asal api dalam kecelakaan pesawat latih itu disampaikan oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (Bandara) Kelas III Blimbingsari, Dodi Dharma Cahyadi saat memberikan keterangan pers di ruang kantor Bandara Blimbingsari kemarin (17/1).

Menurut Dodi, siswi taruni MUFA atas nama Regina Marthalia tersebut kali pertama terbang solo flight tanpa didampingi instruktur.  “Memang, setelah 50 jam terbang bersama instruktur, siswi taruni harus terbang sendiri tanpa  didampingi instruktur,” jelasnya.

Siswi taruni asal Tangerang itu, lanjut Dodi, berhasil take off dari landasan pacu Bandara Blimbingsari pada pukul 09.15. Setelah  itu, Regina terbang di daerah panggang B Senin pagi itu. Selanjutnya pada pukul 10.17,  siswi taruni MUFA tersebut  melakukan landing di landasan pacu Bandara Blimbingsari.

Naas,  saat akan landing tersebut, pesawat oleng hingga bagian sayap kanan pesawat Cessna bernomor  lambung PK MUA itu lebih dulu  membentur aspal landasan pacu.  Benturan inilah yang mengakibatkan menimbulkan percikan api. Tak lama kemudian, api dengan cepat merambat dan menghanguskan pesawat latih tersebut.  Beruntung, saat peristiwa kebakaran pesawat itu, siswi taruni asal Tangerang tersebut berhasil  lolos dari maut.

Regina berhasil membuka pintu dan langsung meloncat dari pesawat sebelum badan pesawat terbakar. “Siswi Taruni atas nama Regina Marthalia selamat dan dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi,” jelas Dodi. Sementara itu, pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi  di Bandara Blim bingsari hingga  pukul 10.00 kemarin(17/1), pihak  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan terbakarnya  pesawat latih tersebut.

Anggota  KNKT tampak memeriksa kondisi bangkai pesawat yang hangus  terbakar di area landasan pacu. Tim KNKT juga melakukan pengukuran menggunakan meteran tepat   di landasan pacu bandara tempat  pesawat latih itu terbakar. Tampak dari kejauan, para petugas juga  berdiskusi sembari mencatat hasil  pengukuran dan pemeriksaan lokasi kejadian tersebut.

Sementara itu, peristiwa kecelakaan terbakarnya pesawat latih itu dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan  di Bandara Blimbingsari. Seluruh  aktivitas di bandara masih  berjalan seperti biasa. “ Hanya terjadi delay dua jam pesawat  Garuda Indonesia dan Wings  Air. Sesudahnya, lancar tidak ada kendala berarti,” terang Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Blimbingsari,  Dodi Darma Cahyadi.(radar)

Loading...