Awas, Penculik Anak Gentayangan

1
1963

 


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di Srono, Dua Siswa SD Gagal Diculik

SRONO – Dua siswa SD, Eka Pratama, 11, dan Wahyu, 11, asal Kampung Sumber Jeding, Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, dikabarkan menjadi  korban percobaan penculikan pada 6 Maret 2017. Tapi, oleh keluarganya tidak pernah dilaporkan  ke polsek setempat.

Kabar tentang dulit (penculikan) beredar dari mulut ke mulut di  kampung. Akibatnya, warga banyak  yang resah. Dari kabar itu pula, akhirnya tercium oleh anggota  polsek. Dan polisi mendatangi kedua bocah itu kemarin (16/3). “Kejadiannya saat pulang dari mengaji,” terang Eka Pratama pada  Jawa Pos Radar Genteng.

Polisi meminta keterangan Eka Pratama yang didampingi kakeknya terkait dugaan percobaan penculikan yang menimpa.

Saat  pulang dari mengaji itu, Eka mengaku bersama Wahyu dan  naik sepeda sendiri-sendiri. Saat  akan pulang itu, tiba-tiba dicegat oleh dua orang. “Kondisi jalan sedang sepi, tidak ada orang yang  lewat,” terangnya.  Salah satu dari dua orang yang  tidak dikenal itu, lanjut dia, selanjutnya menabok pundaknya.

Eka  yang ketakutan berusaha berteriak,  tapi tidak bisa karena dirinya seperti orang yang tidak sadar. Secara bersamaan, Wahyu yang ada di  belakangnya akan ditangkap oleh  orang misterius lainnya. “Wahyu  berusaha lari tapi jatuh, lalu teriak  minta tolong,” terangnya.

Kerasnya suara Wahyu, membuat Eka seperti langsung sadar. Eka yang sudah didekap itu langsung menggigit tangan pelaku sekuat-kuatnya sampai  terlepas. Kedua anak itu, kemudian teriak- teriak sambil lari. “Saya tidak tahu apa mereka (dua pria misterius) itu membawa sepeda motor  atau tidak, dan saya juga tidak  tahu mereka lari kemana. Pokoknya saya teriak dan lari sampai  ketemu orang,” terang Eka yang  duduk di samping kakeknya.

Menurut Eka, dua pria misterius itu memiliki ciri yang berbeda. Satu pelaku berkepala botak, berbadan gendut, dan mengenakan jaket hitam. Pria ini juga membawa tas ransel warna hitam di pundaknya. “Satunya berambut  panjang, tinggi kurus, berjaket merah, dan memakai cadar,”  jelasnya.

Gara-gara kejadian itu, Eka dan Wahyu sempat trauma. Tapi, keduanya tidak berani menceritakan kejadian yang menimpanya itu kepada orang tuanya.  Kasus yang terjadi pada 6 Maret itu, juga tidak dilaporkan kepada  polisi. “Cucu saya tidak cerita,  saya saja dengar dari tetangga,”  kata Wahono, 70, kakek Eka yang  duduk di sampingnya.

Sejak kejadian itu, terang Wahono, cucunya tidak berani bermain-main jauh.  Bahkan, Eka sering berada di kamar. “Dia  selama ini ikut saya karena bapaknya sudah tidak ada, ibunya kerja di Bali,” ungkapnya. Setelah kabar ada upaya percobaan penculikan itu menyebar, langsung ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Srono. Kanitreskrim Polsek Srono, Iptu Sutarkam, dan anggota turun ke lapangan.

“Belum diketahui motifnya,”  terang Kapolsek Srono, AKP  Mulyono.  Menurut kapolsek, kedua orang yang dianggap misterius oleh  kedua bocah itu, mungkin akan  menyapa. Tapi, itu tetap menjadi perhatiannya. “Kita mendengar ada upaya percobaan penculikan, kita langsung turun,” terangnya.

Kapolsek meminta pada masyarakat tidak resah. Dan berharap warga tetap waspada dan lebih  berhati-hati. “Warga jangan resah  dan beraktivitas seperti biasa,  tingkatkan kewaspadaan demi  keamanan bersama,” serunya. (radar)

Loading...

Rack server merk baru DATEUP - sumber rejeki

Rack server merk baru DATEUP - sumber rejeki

Yuk gan segera order Rack Server DATEUP RACK PERTAMA DAN SATU SATU NYA DI INDONESIA Dengan desain yang sangat bagus…
08/21/2018
Surabaya

Baca Juga :