Banyuwangi Discovery Meriah

0
447


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Kegiatan BWI Membaca, Banyuwangi Discovery-4, berlangsung sukses. Acara yang digagas Jawa Pos Radar  Banyuwangi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi  itu mendapatkan acungan jempol dan apresiasi Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan (Mendikbud)  RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, pagi kemarin (4/3).

Kegiatan yang dipusatkan di  lapangan Taman Blambangan  Banyuwangi itu benar-benar menyedot antusias siswa SD dan MI se-Banyuwangi. Berdasar data yang dihimpun panitia penyelenggara, kegiatan Banyuwangi Discovery edisi keempat ini tercatat  diikuti 16.700 siswa dari seluruh  penjuru Kabupaten Banyuwangi.

Acara semakin semarak, saat  rombongan Mendikbud RI, Prof.  Dr. Muhadjir Efendy, bersama Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Mustaghfirin  Amin; Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Ila Mayuni; Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nasrullah; dan Wakil Bupati  Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko;  memasuki lokasi kegiatan.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, dalam sambutan  selamat datang mengucapkan  terima kasih kepada Mendikbud Muhadjir Efendy. Sebab, di sela-sela kesibukannya, Mendikbud  masih meluangkan waktu ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Mendikbud Muhadjir Efendy  justru banyak berinteraksi dengan  menyapa ribuan anak yang berbaris memenuhi Taman Blambangan pagi itu. Bahkan, Mendikbud juga secara spontan meminta perwakilan peserta  secara acak maju dan berdialog.

Perwakilan siswa tersebut  ditanya nama dan asal sekolah. Mereka diminta menceritakan  buku yang pernah dibaca di  hadapan belasan ribu peserta. Salah satunya adalah Dinti, siswi  kelas 4 SD Muhammadiyah. Dinti  menceritakan buku cerita dan  pelajaran yang pernah dibaca.

Mendibud Muhadjir sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi literasi yang digagas Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk kali  keempat tersebut bersama Dispendik Banyuwangi. “Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi ini  baik membantu program  pemerintah dalam hal sosialisasi literasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud Muhadjir juga berpesan agar budaya membaca mulai dilakukan dari lingkungan keluarga. Kewajiban membaca tersebut tidak tanggung jawab anak-anak, melainkan juga tanggung jawab keluarga. “Bapak-bapaknya juga harus rajin membaca. Jadi anak-anaknya yang belum bisa membaca bisa dibacakan cerita-cerita dari buku,  terutama sebelum tidur,” katanya.

Dia menambahkan, jangan  sampai anak belum bisa membaca justru dibiarkan, dan malah para orang tua sibuk membaca pesan dari WhatsApp (WA). “ Salah satu dosa yang tidak bisa diampuni  adalah ketika anaknya tidak diurus, para orang tua justru sibuk mengurus hand phonenya masing-masing. Dan itu adalah  cara mendidik yang tidak baik,”  jelasnya.

Tidak hanya di lingkungan keluarga, kata Muhadjir, dunia pendidikan atau sekolah juga diminta proaktif menyisihkan anggaran biaya operasional sekolah (BOS) untuk menyediakan  buku di perpustakaan sekolah.  Tidak hanya berkutat pada buku pelajaran, tapi juga tentang cerita  dan legenda suatu daerah.  Sehingga, anak akan lebih tertarik  membaca di perpustakaan.

Mendikbud juga meminta para  guru memberikan porsi bagi  anak-anak didik dalam kegiatan  membaca. Tidak sekadar disuruh membaca, kata Muhadjir, setelah selesai membaca juga harus  ditanya apa isi buku yang dibaca, dan anak perlu diminta menceritakan isi buku yang telah dibaca  tersebut.

“Jangan program membaca hanya ditanya sudah bisa membaca apa belum, tapi juga  ditanya isi yang dibaca, kalau perlu diberi tugas merangkum isi cerita buku yang baru dibaca,”  jelasnya.  Dia mengatakan, pendidikan  berkarakter melalui membaca salah satunya mendorong anak-anak aktif mendorong gemar  belajar dan membaca sejak dini.

Karena perintah Allah SWT kali pertama kepada Rasulullah  Muhammad SAW ketika itu adalah  iqro (bacalah). Oleh karena, perintah tentang membaca itu harus mulai ditingkatkan. Tidak tanggung-tanggung, Mendikbud Muhadjir juga  meminta tiga perwakilan siswa maju dan membacakan surat  Al-Alaq mulai awal hingga selesai.

Usai memberikan sambutan, Mendikbud Muhadjir langsung membuka acara Banyuwangi  Discovery dengan membubuhkan  tanda tangan pada foto model koran bergambar Mendikbud  Muhadjir dan menyerahkan koran Banyuwangi Membaca secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Di akhir acara, Mendikbud Muhadjir yang datang bersama Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Mustaghfirin  Amin; Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Ila Mayuni; Staf  Khusus Bidang Komunikasi Publik  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nasrullah; juga memberikan Kamus Besar Bahasa  Indonesia kepada Wakil Bupati  Yusuf Widyatmoko.

Usai acara seremonial pembukaan Banyuwangi Membaca,  Mendikbud bersama rombongan menyaksikan langsung tari jejer gandrung yang diperagakan 125 penari gandrung cilik perwakilan UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, UPTD Pendidikan Cluring, UPTD Pend idikan Srono,  UPTD Pendi dikan Songgon,  UPTD Pendidikan Blimbingsari, UPTD Pendidikan Kabat, dan  UPTD Pendidikan Kecamatan  Tegaldlimo.

Tidak hanya itu, rombongan Mendikbud juga terpesona saat menyaksikan atraksi angklung  caruk siswa SD dari UPTD Kecamatan Banyuwangi dan UPTD Kecamatan Giri. Sebagai bentuk  apresiasi, Mendikbud berfoto  bersama ratusan penari gandrung dan penabuh gamelan cilik itu.  (radar)

Loading...

Baca Juga :