Batik Banyuwangi Miliki Keunggulan

0
641

batikKaya Makna Filosofis

BANYUWANGI – Masyarakat Banyuwangi patut berbangga. Batik khas Bumi Blambangan ternyata memiliki keunggulan dibanding batik daerah lain. Ya, meskipun hampir semua daerah di tanah air memiliki batik khas, hanya batik Banyuwangi, Solo, dan Jogjakarta, yang memiliki nilai filosofis. Selain dari sisi filosofi, kebanggaan itu patut dirasakan lantaran pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sukses menggelar Banyuwangi Batik Festival (BBF).

Juga memberikan tempat sangat terhormat terhadap batik khas lokal. Terbukti, satu even khusus diadakan untuk “menjaring” bibit- bibit perajin batik, yakni Lomba Mencanting Batik, yang diikuti ratusan siswa SD asal seantero kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini. Lomba mencanting batik yang merupakan rangkaian Banyuwangi Batik Festival 2014 itu digeber di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin (20/9). 

“Mencanting batik memang agak susah, tapi sangat menyenangkan. Saya ingin pandai membatik, karena batik itu indah,” ujar Fadia, 11, peserta asal SDN 1 Sumberagung,Kecamatan Pesanggaran. Kepala Dispeindagtam, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, lomba mencanting batik digelar sebagai tindak lanjut lomba mewarnai motif batik dalam rangkaian BBF 2013. Dikatakan, saat siswa SD mencanting batik, rasa cinta dan kebanggaan terhadap batik khas Banyuwangi akan tertanam di benak mereka.

Dengan demikian, diharapkan muncul wirausahawan baru di bidang batik. “Ini sebagai upaya regenerasi perajin batik Banyuwangi,” cetusnya. Hari Cahyo menambahkan, BBF 2014 mengangkat tema Batik Kangkung Setingkes. Motif batik tersebut mengandung filosofi pentingnya persatuan dan kesatuan membangun Banyuwangi menjadi lebih baik. “Kangkung itu sayuran yang kaya gizi. Tetapi, batang kangkung yang cenderung lemas itu tidak bisa berdiri sendiri, harus diikat dengan kangkung yang lain. 

Lanjutkan Membaca : 1 | 2