Bendungan Karangdoro Belum Tergarap

0
166

TEGALSARI – Bendungan Karangdoro yang berada di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, menyimpan potensi wisata yang tinggi. Bangunan peninggalan penjajah Belanda yang menghubungkan dengan perkebunan Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, setiap hari juga ramai dilewati warga.

Yang menarik dari bangunan itu, berupa jembatan yang cukup panjang dan bendungan yang cukup elok. Selain itu, di sekitar bendungan itu berupa kebun yang banyak tumbuh pohon kakao. “Potensi bendungan Karangdoro memang bagus,” cetus Camat Tegalsari, Satrio.

Menurut Camat Satrio, bendungan Karangdoro itu selama ini sering dijadikan tempat prewedding dan jujugan para remaja. Mereka, juga banyak yang selfie di tempat itu. “Banyak warga yang kerja di kebun, lewat jembatan itu,” terangnya.

Rencana untuk mengoptimalkan bendungan Karangdoro dengan menjadikan destinasi wisata, jelas  dia, sebenarnya sudah pernah di bahas oleh pendahulunya. Hanya saja, penanganan masih fokus pada penanganan bangunan liar yang ada di sisi jembatan Blokagung.

“Dulu sudah dibahas, tapi kita mengurusi bangunan liar dulu,” ucapnya. Dalam waktu dekat, Camat Satrio akan segera berkomunikasi dengan Dinas PU Pengairan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi untuk merancang jenis wisata yang tepat di  tempat itu.

“Tempatnya memang bagus,” sebutnya. Sebenarnya potensi wisata yang bisa disinergikan dengan bendungan Karangdoro itu, masih kata dia, adalah persemaian bibit pucuk jati di RPH Pecinan, BKPH Genteng, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan yang berlokasi di Dusun Sumberagung, Desa Karangdoro.  Tempat itu, tepat untuk wisata edukasi kalangan pelajar.

“Tempat bibit jati itu untuk belajar anak sekolah juga bagus,” jelasnya. Sementara itu, traveler yang tinggal di Desa Tamansari Kecamatan Tegaslari, Irfan Faiz, 22, mengungkapkan kondisi jembatan di bendungan Karangdoro hampir mirip dengan jembatan gantung  Selopamioro di Bantul, Jogjakarta.

Selain bentuknya yang bagus, terang dia, jembatan itu masih difungsikan warga untuk aktivitas sehari-hari, sehingga itu bisa menambah daya tarik. “Bagusnya jembatan itu masih difungsikan, di Jogja juga ada jembatan-jembatan yang lagi ngehits dan sering untuk foto, ” jelasnya. (radar)

Loading...