Bersiap Songsong Lonjakan Wisatawan

0
150

BANYUWANGI – Sebagai daerah jujugan wisata, Pemkab Banyuwangi bersama kalangan penggiat wisata telah mempersiapkan  diri menyambut musim libur akhir tahun ini. Sebab, mengacu pengalaman sebelumnya,  tingkat kunjungan wisatawan pada musim  libur akhir tahun mencapai 500 persen di banding hari-hari normal.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihak pemkab telah berkoordinasi dengan para pelaku wisata di Bumi Blamangan  sejak Oktober lalu. Koordinasi dilakukan  dalam rangka menyambut peak season  kunjungan wisatawan yang diprediksi terjadi pada momentum libur Natal dan Tahun  Baru 2017.

“Para pelaku usaha wisata sudah di kumpulkan untuk diajak berkoordinasi  oleh dinas terkait. Jadi ini benar-benar disiapkan,” ujarnya. Anas menyebut, sejumlah pelaku pariwisata yang terus intens berkoordinasi adalah Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis).

Koordinasi juga intens  dilakukan dengan Paguyuban Usaha Tempat Rekreasi (Putri) serta sejumlah pelaku  wisata lain di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. Libur akhir tahun diprediksi bakal membuat kunjungan wisatawan ke Banyuwangi  melonjak drastis.

Sejumlah destinasi wisata  unggulan, seperti Kawah Ijen dengan  fenomena api biru (blue fire)-nya yang menawan, Pantai Pulau Merah, Pulau Tabuhan, Bangsring Underwater, Wisata Hutan Pinus Songgon, Grand Watudodol, Karo Rafting, dan Teluk Hijau, diperkirakan  akan “kebanjiran” pengunjung.

Karena itu, Anas mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga image positif serta memberikan rasa nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung ke  Banyuwangi.

“Kami mengajak semua pihak, ayo bareng-bareng bikin nyaman  wisatawan, semuanya harus aman, bersih,  ramah. Yang bisnis agen perjalanan ya  harus memberikan pelayanan dengan baik, yang bisnis makanan jangan asal menaikkan harga. Insya Allah semua siap memberi pelayanan terbaik. Perilaku sadar wisata atau tourism behaviour ini secara berkelanjutan terus kami dorong ke seluruh masyarakat, khususnya  para pelaku usaha pariwisata,”   papar Anas.

Anas juga memohon maaf jika Banyuwangi masih memiliki banyak kekurangan untuk menjamu wisatawan. Terutama bagi para tamu yang tidak mendapatkan kamar hotel. Total jumlah  kamar hotel di Banyuwangi saat   ini mencapai 3.200 unit. Itu belum  termasuk rumah-rumah warga yang disulap menjadi home  stay.

“Sekarang sedang dalam pembangunan tiga hotel berbintang baru di Banyuwangi, yaitu dari Grup Aston, Singgasana, dan Alila. Tahun depan selesai dan bisa menambah jumlah kamar. Kami mohon maaf bila ada wisatawan yang belum bisa   mendapatkan kamar hotel sesuai yang diharapkan,” pintanya.

Anas menambahkan, pihaknya memang tidak mengobral izin hotel meski banyak yang berminat. Selain tidak mengizinkan  pembangunan hotel melati, Banyuwangi juga mempertimbangkan keseimbangan penawaran dan permintaan pasar.

“Sekarang Banyuwangi sedang  membentuk pasar. Sudah tumbuh bagus, tapi masih dalam kerangka membentuk pasar. Jadi kami tidak obral izin hotel agar kompetisi antar-hotel menjadi sehat,” cetusnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), M. Yanuarto Bramuda, menambahkan berdasar hasil monitoring kemarin, sejumlah hotel sudah  mengalami lonjakan okupansi.

Hampir semua hotel berbintang  membukukan okupansi 100 persen alias semua kamar penuh. Kamar-kamar hotel berbintang telah dipesan calon pengunjung  hingga awal Januari 2017. ”Beberapa hotel menengah, okupansinya sudah di kisaran 90 persen. Satu-dua hari ini pasti penuh karena banyak wisatawan yang  biasanya go show,” kata dia.

Bramuda menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan para pelaku  usaha pariwisata dan menekankan pemberian pelayanan  terbaik. ”Kami juga meminta agar para pelaku wisata bisa  memperhatikan masalah kenyamanan dan kebersihan lokasi  wisata maupun hotel masing- masing. Kami ingin para wisatawan mendapatkan kesan terbaik selama berada di Banyuwangi,”  cetusnya. (radar)

Loading...