Cabai Murah Tidak Sebanding Biaya Tanam

0
956
PANEN: Buruh pemetik cabai di Kalipuro tetap bekerja meski hanya diberi upah Rp 1.500 per kg.
Buruh pemetik cabai di Kalipuro tetap bekerja meski hanya diberi upah Rp 1.500 per kg.

KALIPURO – Petani cabai rawit mengeluh dengan harga cabai yang masih tertahan di harga Rp 6.000 per kilogram (kg). Sejak enam bulan lalu, harga cabai cenderung mengalami penurunan drastis.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Turunnya harga cabai juga mempengaruhi deflasi di daerah Banyuwangi. Petani enggan membersihkan lahan pertaniannya dari gulma dan tidak mau membeli obat untuk pembasmi hama lagi. Sebab akan menambah biaya pengeluaran sehingga petani tambah merugi.

“Saya biarkan saja rumput liar tumbuh di sekitar tanaman cabai dan juga sudah satu bulan ini tanaman cabai tidak saya semprot pestisida,” ucap Slamet, 60, petani cabai.

Buruh pemetik cabai juga merasakan dampak dari turunnya harga cabai tersebut. Sebelumnya, para buruh pemetik cabai menerima upah sebesar Rp 10.000 untuk setiap kg cabai yang mereka petik.

Akan tetapi, sekarang mereka hanya diberi upah sebesar Rp 1500 untuk setiap kg cabai yang mereka petik. “Kalau sekarang murah sekali upah buruh, iya bagaimana lagi kalau tidak bekerja dari mana bisa dapat beli beras,” ucap Buhani, 50, buruh pemetik cabai.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last