Digulung Ombak, Dua Kapal Nelayan Rusak Berat

0
2257

Kapal-speed-Bintang-Surya-yang-berhasil-dievakuasi-rusak-berat-kemarin-sore

PURWOHARJO – Kecelakaan laut terjadi di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, kemarin (2/8). Dua kapal speed milik nelayan terbalik saat melintasi perairan Plawangan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Namun, dua unit kapal milik nelayan rusak berat. Kapal cepat milik nelayan yang mengalami kecelakaan itu adalah kapal speed berbahan fiber bernama lambung Aqua WSSL milik Misnawati, 50, warga Dusun Grajagan Pantai, RT 2, RW 01, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Kapal yang kedua adalah kapal Bintang Surya milik Gendong, 56, warga Dusun Grajagan Pantai, RT 2, RW 1, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Kapal speed berbahan fiber Aqua WSSL milik Misnawati mengalami kecelakaan sekitar pukul 10.00.

Pagi itu kapal yang akan digunakan melaut itu ditumpangi dua anak buah kapal (ABK). Kedua ABK bisa selamat setelah berenang ke tepi. Mereka adalah Sarozi, 70, dan Ali, 25, keduanya warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Selain itu, ada dua nelayan yang menumpang kapal tersebut. Mereka nunut menuju kapalnya yang parkir di tengah laut. Kedua nelayan yang menumpang itu adalah Slamet, 45, dan Prayit, 30, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Kedua penumpang  itu juga selamat setelah berenang  menepi.

“Tidak ada korban jiwa, tapi kapalnya rusak berat,” ujar  anggota Pos TNI AL Grajagan, Koptu Sentot Wiratmoko. Menurut Sentot, kecelakaan itu mengakibatkan cadik kapal patah. Selain itu, mesin genset kapal jatuh dan tenggelam.

“Saat kecelakaan itu terjadi, ketinggian ombak mencapai 3,6 meter,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng kemarin (2/8). Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi sekitar pukul 14.30 kemarin. Kapal nelayan dengan nama lambung Bintang Surya milik Gendong dengan nakhoda Misdi, 54, terbalik setelah diterjang ombak tinggi saat melintas di perairan Plawangan.

Baca :
Warga Geger, Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Kelengkeng, Ini Kronologinya

“Jadi dalam sehari itu ada dua kejadian,” jelas  Koptu Sentot Wiratmoko. Kecelakaan kapal yang kedua, jelas Sentot, juga tidak ada korban jiwa.  Hanya saja, kondisi kapal yang  didatangkan dari Cilacap itu rusak berat. Posisi kapal terbalik saat dihajar ombak. Selain mesin hilang, semua  alat tangkap di kapal tersebut juga  hilang terseret arus.

“Kerugian sekitar Rp 12 juta,” terangnya. Untuk menghindari kecelakaan  terjadi lagi, Sentot berharap para nelayan lebih waspada. Saat melintas  di perairan Plawangan,  nelayan diminta lebih berhati-hati karena cuaca sedang tidak bersahabat. “Ombak sedang tinggi, para nelayan harus berhati-hati,” katanya. (radar)