Gitik Sesaji Diarak Keliling Kampung

0
703

MUNCAR – Para nelayan Muncar akan menggelar tradisi petik laut  pagi ini (28/10). Gitik (perahu kecil) berisi sesaji yang akan digunakan  upacara ritual yang selalu digelar  setiap 15 Suro diarak keliling kampung kemarin (27/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kirab gitik sesaji dilakukan setelah perahu kecil itu terisi sesaji berupa hasil bumi, seperti sayuran, pala wija,  buah-buahan, dan umbi-um bian.  Setelah dibawa keliling kampung,  gitik disimpan di Pelabuhan Satelit,  Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Dalam kirab dengan keliling kampung juga ada pawai dengan berpakaian ala Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Ribuan warga berjejer di pinggir sepanjang jalan yang dilewati rombongan pembawa gitik. “Ini meriah sekali.

Baru kali ini petik laut di laksanakan di Pantai  Satelit,” cetus Juhairiyah, 34, warga  Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo. Sebelum dilaksanakan petik laut,  para nelayan menggelar pengajian akbar. Selain itu, mereka juga menggelar istighotsah di pelabuhan tempat gitik disimpan.

Loading...

“Setelah di doakan, gitik sesaji dilarung. Semoga hasil tangkapan nelayan melimpah dan berkah,” kata Sugeng, 43, salah satu nelayan  Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo.  Untuk menyambut petik laut yang  akan dilaksanakan hari ini, sejumlah nelayan di Pantai Satelit, mempercantik  dan menghias kapal dan perahu.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2