GP Ansor Gelar Tabur Bunga di Lubang Buaya

0
1636
Anggota Banser mengamati relief di Monumen Pancasila Sakti Cemetuk, Desa Cluring, kemarin (1/10).
Anggota Banser mengamati relief di Monumen Pancasila Sakti Cemetuk, Desa Cluring, kemarin (1/10).

CLURING – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan dengan menggelar khataman Alquran, tahlil, dan doa bersama oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Cluring di Monumen Pancasila Jaya, di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring kemarin (1/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam acara yang juga diikuti oleh anggota dari ma-koramil Cluring, Polsek Cluring, MWC NU Cluring, IPNU Cluring, dan warga sekitar itu juga untuk napak tilas. Sebab, di lokasi yang juga dikenal Monumen Lubang Buaya itu tempat dikubumya 62 kader GP Ansor oleh PKI.

“Ini kita bersama-sama mendoakan arwah 62 syuhada Ansor yang menjadi korban kebiadaban PKl,” ujar Kepala Desa Cluring, Sunarto Eka Sismoyo.

Dalam acara yang digelar sederhana itu, terang dia, diawali khataman alquran, tahlil, dan doa bersama. Di akhir kegiatan, para tokoh muda NU bersama warga melakukan tabur bunga di lubang buaya, tempat dikuburkannya 62 orang yang dibantai PKI pada 18 Oktober 1965.

“Tabur bunga itu simbol penghormatan kami kepada para syuhada yang gugur membela Pancasila,” jelas kepala desa yang juga tokoh NU di Kecamatan Cluring itu. Menurut Sunarto, acara doa bersama itu juga memberi pelajaran bagi masyarakat bahwa peristiwa G.30.S/PKI tidak boleh terulang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last