Ikawangi Siapkan Ambulans untuk Angeline

  • Bagikan

SEMENTARA itu, Kisah tragis Angeline, bocah berusia delapan tahun yang ditemukan tewas di rumah orang tua angkatnya di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali, mengundang tiba pengurus Ikawangi Dewata. Perkumpulan warga Banyuwangi di Bali itu berusaha membantu sekuat tenaga terkait kematian Angeline.

Sikap peduli itu ditunjukkan Ikawangi karena orang tua Angeline tercatat sebagai warga Banyuwangi. Pasutri tersebut adalah Hamidah dan Rosidi, warga Dusun Wadungpal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Pengurus Ikawangi juga menunggui langsung proses otopsi jenazah Angeline di Instalasi Kedokteran Forensik RS  Sanglah.

Selama proses otopsi, ibu kandung Angeline, Hamidah, tampak histeris. ”Kita berusaha memompa semangat Ibu Hamidah agar tetap tabah,” ujar Ketua Ikawangi Dewata, Bambang Sutiono, didampingi Kholik, bagian Departemen Kominfo Ikawangi, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin.

Bukan hanya bantuan moral, Ikawangi juga menyiapkan mobil ambulans untuk mengangkut jenazah Angeline ke Glenmore. Setelah proses forensik Polda Bali tuntas, orang tua Angeline minta jenazah anaknya dimakamkan di Banyuwangi. ”Kita sudah siapkan ambulans untuk mengangkut jenazah Angeline.

 Rencananya, jenazah memang akan dipulangkan ke Banyuwangi,” kata Bambang dihubungi via ponsel tadi malam. Selain menyiapkan ambulans, kemarin siang rombongan pengurus Ikawangi juga menemui orang tua Angelina di RS Sanglah. Bambang dan kawan-kawan terus membesarkan hati Hamidah yang masih shock.

”Kita juga memberikan bantuan uang ala kadarnya,” ujar Bambang.  Ketika membesuk Hamidah, tiba-tiba ponsel Bambang berdering. Ternyata yang menghubungi Bambang adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Saat itu juga Anas minta diizinkan berbincang dengan Hamidah.

Merasa trenyuh, orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi turut memberikan bantuan uang. ”Pak Bupati juga memberikan tali asih lewat saya,” ucap Bambang yang asli Rogojampi itu. Bentuk kepedulian Ikawangi tidak berhenti di situ. Jika nanti pelaku pembunuhan Angeline diajukan ke persidangan, anggota Ikawangi siap memberikan dukungan moral.

Setiap persidangan digelar, mereka akan datang untuk memberikan support kepada keluarga Angelina. ”Sidangnya akan kita kawal terus. Pelakunya harus dihukum berat. Itu perbuatan sadis karena tega menghabisi nyawa bocah yang tidak bersalah,” tegas Bambang.

Baca :
Penemuan Mayat Tertutup Dedaunan Kering, Ditemukan oleh Pekerja di Perkebunan Kalirejo Glenmore

Angeline yang tak berdosa jadi korban kekejaman orang tua angkatnya, Margareith CH  Megawe, di Sanur Bali. Bocah 8 tahun yang dinyatakan hilang selama sekitar sebulan akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah  tidak bernyawa lagi. Sadisnya lagi, jasad Angeline ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

Angeline ditemukan dikubur di belakang rumah ibu angkatnya  Rabu (10/6) di Sanur, Bali.  Angeline sudah dikubur tiga minggu lalu. Hasil otopsi menunjukkan ia tewas karena trauma  benda tumpul di kepala.  Saat ditemukan, kondisinya sudah membusuk.

Polresta Denpasar telah mengamankan enam orang dalam  penemuan jenazah Angeline. Mereka antara lain ibu angkat Angeline, Margareith Megawe, dua saudara tiri Angeline, dua orang yang kontrak di rumah Angeline, dan satu satpam  di Denpasar, Bali.(radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: