Ingin Jadi Model, Siswi Menghilang

0
6561

inginBANYUWANGI – Seorang siswi SMA nekat kabur dari rumah bersama lelaki kenalannya Senin lalu (25/11). Hingga kemarin (26/11), posisi pelajar bernama Febiola Catur Samudera itu masih misterius. Sebelum pergi dari rumah, gadis berusia 16 tahun asal Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, itu sempat melontarkan keinginannya menjadi model.

Tentu hilangnya siswi kelas X SMA PGRI Purwoharjo itu membuat orang tua nya kelabakan. Pihak keluarga siswi itu pun mendatangi Polres Banyuwangi untuk melapor. “Kita sudah mencari ke rumah saudara dan teman-temannya, tapi tidak ada,” cetus Sriyanah, 40, ibu kandung Fe bio la Catur Samudera. Menurut Sriyanah, putrinya meninggalkan rumah sejak sekitar pukul 06.00 Senin lalu. Febiola berangkat mengenakan seragam sekolah.

“Saat Febiola berangkat sekolah, saya dan bapaknya (H. Suryanto) berada di dapur,” kata Sriyanah. Tanpa diketahui Sriyanah, Febiola diduga tidak ke sekolah. De ngan jalan kaki, putri keempat dari lima bersaudara itu mampir ke toko milik Winarto di sebelah rumahnya. “Awalnya, saya tidak tahu dia mampir di toko milik Winarto,” terangnya. Keterangan Winarto kepada Sri yanah, Febiola mampir ke toko milik tetangganya tersebut un tuk ganti pakaian.

Loading...

Pakaian seragam sekolah dicopot, kemudian ganti pakaian bebas. “Pak Winarto tidak bilang kalau anak saya mampir ke tokonya ganti pakaian,” ungkapnya. Setelah ganti pakaian, sebut Sri yanah, Febiola dijemput seorang pemuda yang belum di ketahui identitasnya. Pria yang bertubuh agak kurus itu mengendarai Yamaha Yupiter warna oranye. “Pergi bersama yang menjemput itu,” sebut Sriyanah.

Sriyanah mengaku tidak punya firasat apapun tentang ke pergian putrinya. Karena perasaan tiba-tiba tidak enak, sekitar pukul 13.00, Sriyanah mengirim pesan singkat ke telepon seluler (ponsel) Febiola. “Saya SMS, kenapa ke sekolah gak pakai motor. Dijawab ke sekolah bersama teman,” jelasnya. Rasa curiga semakin tinggi setelah pukul 15.00, Febiola ternyata belum sampai rumah. Padahal, biasanya satu-satunya anak perempuan pasangan Sur yanto-Sriyanah itu sudah sampai di rumah pada pukul 13.00.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Terbakar di Kabat