Kanggi, Oleh-Oleh Keren Khas Banyuwangi

0
432
Bupati Anas didampingi tim Bekraf dan pelaku UMKM menyerahkan Kanggi kepada Ketua DPRD l Made Cahyana Negara usai paripurna penandatanganan kesepakatan KUA-PPAS 2018 Jumat lalu (10/11).

BANYUWANGI – Dunia pariwisata Banyuwangi mendapat energi baru. Kali ini, tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkolaborasi “menelurkan” produk oleh-oleh khas Bumi Blambangan, yakni Keranjang Rasa Banyuwangi alias “Kanggi”.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Para pelaku ekonomi kreatif Banyuwangi tersebut sebelumnya mendapatkan pendampingan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) selama empat bulan.  Lewat program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon) dari Bekkraf, mereka diinkubasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Sedangkan UMKM yang terlibat terdiri dari lintas sektor. Mulai batik, souvenir, makanan, hingga produk kopi.

Salah satu UMKM tersebut adalah Batik Godho. Pemilik UMKM Batik Godho Firman Sauqi mengatakan, sangat beruntung terlibat kolaborasi bersama rekan UMKM lainnya. “Teman- teman dari Bekraf ini memberikan wawasan baru hingga membuka pikiran kami untuk mengembangkan produk.

Awalnya saya pikir apa yang kami lakukan di Banyuwangi sudah bagus, tapi ternyata begitu banyak aspek yang masih bisa ditingkatkan dari batik kami. Mulai desain motif, pewarnaannya, dan ragam produk kreasi kami jadi lebih berkembang,” kata Firman.

Kolaborasi dengan Bekraf tersebut, kata Firman dilakukan dengan banyak diskusi dan eksperimen. Maklum saja, tim Ikkon Bekraf sendiri terdiri 12 profesional dari lintas profesi dan subsektor, seperti desain komunikasi visual desain tekstil, desain fashion, hingga busines advisor.

“Mereka menggali potensi yang ada di kami, seperti apa saja motif batik yang kami miliki, lalu oleh mereka diolah lagi dengan sentuhan teknologi dan hasilnya ternyata sangat tidak saya duga, jadi bagus sekali. Motlif kami tidak hilang tapi didesain lebih kaya dengan perpaduan motif yang beragam,” kata Firman.

Selain motif, Firman juga mendapatkan masukan berharga tentang pewarnaan batik warna apa saja yang sedang tren dan yang paling disukai oleh pencinta batik. Kini, Firman memproduksi tidak hanya selembar kain namun ada syai batik, pashmina, slayer dan sarung bantal.

Kanggi merupakan keranjang buah tangan khas Banyuwangi hasil kolaborasi UMKM dan Bekraf yang mewakili seluruh rasa Banyuwangi. Yang ada dalam keranjang tersebut antara lain kopi, batik, kudapan, dan suifenir kerincing, dan lengking.

Pelaku UMKM lain yang terlibat adalah perajin bambu dengan label “Widya Handicraft Bayu W. Pratama. Bayu memproduksi wadah keranjang Kanggi dan suvenir. “Baik keranjang maupun suvenir berumpa kerincing dan lengking dihasilkan dari hasil diskusi saya dengan Ikkon.  Kami aktif membicarakan produk apa yang bisa mencitrakan Banyuwangi. Akhirya muncul ide kerincing, kalung kerbau yang ikonik tradisi kebo-keboan,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan senang sekali dengan adanya kolaborasi pusat dengan daerah untuk memajukan UMKM lokal. “Kunci hidup ini ya kolaborasi. Kalau kolaborasi, kita bisa maju lebih cepat. Pemerintah daerah pun harus lebih kolaboratif dengan menginjak semua pihak berkembang bersama,” kata Anas.

Menurut Anas, keberadaan oleh-oleh khas Banyuwangi hasil kolaborasi UMKM, itu dapat menopang perkembangan pariwisata di kabupaten berjuluk The Sunrise off Java ini. “Karena wisatawan yang datang ke suatu daerah, tentu merasa kurang lengkap jika tidak bawa oleh-oleh khas daerah tersebut,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Rental Mobil Murah di Banyuwangi

Rental Mobil Murah di Banyuwangi

Halo kawan-kawan, Jasa Sewa Mobil atau Rental Mobil Banyuwangi kini sudah semakin pesat perkembangannya lho. Mulai banyak perusahaan/ usaha kecil…
05/29/2018
Banyuwangi

Baca Juga :