Kawah Ijen Banyuwangi Keluarkan Gas Beracun

  • Bagikan
Foto: TIMES Indonesia

BANYUWANGI – Kawah Ijen Banyuwangi mengeluarkan gas beracun. Karena itu, pengunjung dan penambang belerang diminta untuk waspada terhadap bahaya gas beracun yang keluar dari kaldera kawah berwarna biru tosca itu.

Dilansir dari TIMES Banyuwangi, Kepala Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Sigit Haribowo meminta pengunjung yang ingin melihat blue fire agar tidak turun ke area kawah. Terlebih, gas beracun ini diketahui menyembur pada malam hari

“Semburan gas beracun mulai terjadi sejak 13 Januari 2020, dua hari ini. Informasi dari PVMBG dikuatkan teman-teman yang berada di lapangan yang saat itu tugas di atas,” kata Sigit, Kamis (16/1/2020).

Peristiwa alam ini terjadi dipicu hujan yang beberapa hari lalu cukup deras mengguyur pegunungan Ijen. Kalau intensitas hujan tinggi dibarengi dengan penyinaran cahaya yang tidak maksimal bisa terjadi munculnya gas beracun.

“Kapan hari kan hujannya terus menerus turun dan sedikit sekali terkena sinar matahari. Sehingga proses penguapannya berkurang,” tambahnya.

Supaya tidak jatuh korban, pengelola TWA Kawah Ijen telah menerbitkan imbauan kepada pengunjung maupun penambang agar tidak turun ke dasar kawah. Penekanan imbauan itu ditujukan kepada para pengunjung yang memang ingin melihat api biru.

“Mulai kemarin kita sudah melakukan imbauan kepada pengunjung dan juga kepada penambang untuk tidak memaksakan turun ke bawah. Himbauan ada di pintu masuk juga ada petugas di atas,” lanjutnya.

Sejauh ini, wisata Kawah Ijen Banyuwangi tetap dibuka seperti biasa. Sementara penambang tetap bekerja seperti biasa.

Baca :
Hilang Sejak Minggu, Nenek 73 Tahun Ditemukan Mengapung di Sungai
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: