Kebaya Berpadu Art Installation

0
151
Sejumlah Model Mengenakan Kebaya.

BANYUWANGI- Festival Kebaya Banyuwangi 2017 diisi beragam kegiatan menarik. Bukan hanya peragaan busana, kebaya juga ditampilkan dalam berbagai kreasi seni yang lain. Termasuk lewat pameran seni instalasi yang digeber di Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun, Banyuwangi, Sabtu lalu (22/4).

Pameran Art Installation tersebut menampilkan busana kebaya dalam balutan seni kontemporer yang unik. Ada manekin berbusana kebaya yang seolah-olah mengenakan “topi” dari kuningan ayam. Ada pula beberapa kebaya yang digantung menjuntai tak jauh dari deretan payung yang digantung terbalik.

Pameran itu semakin lengkap menghadirkan cita rasa seni yang utuh dengan kehadiran ornamen unik yang ditampilkan. Seperti buah kelapa, padi, lesung, Caping, dan lain-lain. Tidak hanya memberi sentuhan rasa, berbagai ornamen itu juga makna filosofis tersendiri.

Loading...

“Saya sengaja memilih ornamen lokal yang semuanya ada di Banyuwangi. Karena saya ingin menunjukkan walaupun dalam berkarya kita harus mengejar standar terbaik hingga bisa diterima dunia, tapi jangan sampai kehilangan kekhasan dan kesederhanaan lokal yang dimiliki, itu yang akan menjadi kekuatan dan ciri khas seorang desainer,” Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma.

Ali mengatakan, Festival Kebaya yang digelar di Banyuwangi kali ini merupakan festival terbesar dan pertama di Indonesia yang terintegrasi. Semua elemen tersaji lengkap pada festival ini. Selain fashion show, ada pula kompetisi kebaya, workshop bagi desainer lokal yang telah digelar sebelumnya, serta Art Installation.

“Pameran seni ini menjadi sebuah etalase sekaligus role model dari berbagai rancangan kebaya yang memiliki banyak fungsi. Kita tampilkan sebagai bentuk seni kontemporer sebagai bukti bahwa sebuah pakaian tradisional juga mampu mengikuti perkembangan mode dunia. Karena misi kami ingin agar Banyuwangi bisa menghasilkan kebaya-kebaya yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional tapi juga global,” cetusnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi terus membuka peluang baru bagi pelaku mode daerah. Setelah sukses meningkatkan pamor batik lokal, kali ini Banyuwangi mengambil kebaya sebagai sebuah kesempatan bisnis baru yang tidak boleh dilewatkan.

“Bisnis fashion ini tidak pernah surut. Apalagi kebaya dipakai oleh semua wanita lndonesia di semua daerah. Dengan festival ini kami berharap Banyuwangi akan menjadi salah satu pusat mode kebaya yang diperhitungkan di tingkat nasional,”  pungkasnya. (radar)

loading...