Keterlaluan! Enam Aki Alat Pendeteksi Gunung Ijen Hilang

0
473
Enam Aki Alat Pendeteksi Gunung Ijen Hilang. (Foto: detik.com)

BANYUWANGI – Sejumlah akumulator (accu atau aki) alat pendeteksi Gunung Ijen, di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso hilang. Tak tangung-tanggung jumlah aki yang hilang itu sebanyak 6 unit. Akibatnya, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Banyuwangi, di Desa Tamansari Kecamatan Licin, tak bisa memantau kondisi Gunung dan Kawah Ijen. Baik melalui data ataupun visual gambar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Hilangnya aki tersebut diketahui petugas PPGA Ijen Banyuwangi, Selasa (22/8) lalu. Saat itu, monitor CCTV yang mengarah ke Kawah Ijen tidak menyala. Beberapa alat pendeteksi pun juga tak menyala. Ini mengakibatkan, petugas PPGA Ijen Banyuwangi tak bisa mengamati secara detail perkembangan Gunung Ijen.

“Tanggal 21 Agustus itu masih nyala semua. Baru tanggal 22 kok mati. Semuanya mati. Kita pikir alatnya rusak, ternayat hilang,” ujar Bambang Heri, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Banyuwangi, Rabu (6/9/2017).

Untuk mengecek kondisi tersebut, kata Bambang, petugas akhirnya naik ke puncak Ijen. Setelah dicek, ternyata 6 aki yang menjadi pembangkit listrik seluruh alat pendeteksi Gunung Ijen raib. Akibat kejadian tersebut, PPGA Ijen mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.

“Kita naik tanggal 26 Agustus. Kita cek sudah tidak ada aki-nya. Aki-nya mirip dengan aki mobil jeep. Tapi powernya lebih bagus,” tambah Bambang.

Imbas dari kejadin tersebut, petugas PPGA Ijen Banyuwangi harus memantau dengan cara manual. Setiap tiga hari sekali, petugas harus mendaki puncak Ijen, untuk memantau langsung kondisi terkini Gunung dan Kawah yang berada di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut.

“Kita pantau manual. Sudah kita laporkan ke atasan dan kita minta ganti,” pungkasnya. (detik.com)

Loading...

Baca Juga :