PVMBG Pasang Alat Pendeteksi Gas Beracun di Gunung Ijen

0
227

BANYUWANGI – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menambah peralatan pengamatan Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur. Peralatan yang ditambahkan itu di antaranya tiga buah seismograf digital, satu buah CCTV, dan dua buah alat multigas atau alat monitoring gas CO2 dan H2S yang dipasang di pos pantau Gunung Ijen.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Alat monitoring gas CO2 ini dipasang untuk mendeteksi hembusan gas beracun dari kawah Gunung Ijen. Sebab Gunung Ijen itu rawan sekali menghembuskan gas beracun, terutama pada musim penghujan saat ini,” ujar Kepala PVMBG Kasbandi, Selasa (26/2/2019).

Kasbandi berharap, dengan adanya alat monitoring gas CO2 ini kemungkinan adanya hembusan gas beracun dari kawah Gunung Ijen bisa dideteksi lebih awal.

“Petugas pantau Ijen bisa memberikan imbauan atau peringatan lebih awal kepada para pengunjung atau wisatawan yang mendaki Gunung Ijen,” jelasnya.

Selain menambah peralatan di Gunung Ijen, lanjut Kasbandi, pihaknya juga menambah peralatan di Gunung Raung. Alat itu adalah empat buah alat seismik dan GPS. Diharapkan dengan penambahan peralatan ini, pengamatan gunung di dua pos pantau tersebut lebih cepat dan akurat.

“Alat ini semuanya untuk membantu pengamanan dan evakuasi warga jika terjadi erupsi,” tambahnya.

Sementara itu, aktivitas Gunung Ijen maupun Gunung Raung hingga saat ini masih pada level normal. Namun meski demikian, PVMBG merekomendasikan 1 kilometer dari kawah Gunung harus seteril dari aktivitas manusia.

“Sebab dalam radius yang direkomendasikan tersebut, rawan terjadi hembusan gas beracun dari dalam kawah,” pungkasnya.

Baca :
Jelang Festival Gandrung Sewu, Bupati Banyuwangi Temui Maestro Penari Temu Misti
Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]