Krisis Air Bersih Meluas di Tiga Desa

0
508

BANYUWANGI – Musim kemarau yang masih terjadi membuat daerah di Banyuwangi yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih menjadi bertambah.  Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyebut  ada tambahan lagi tiga desa yang mengalami krisis air bersih.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jika sebelumnya hanya ada 28 desa yang mengalami kekeringan,  dengan bertambahnya desa yang mengalami kekeringan ini berarti ada 31 desa di  Banyuwangi yang mengalami  krisis air bersih. Jumlah 31 desa yang mengalami krisis  air bersih tersebut tersebar di  sembilan kecamatan yang ada di Banyuwangi.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan   dan Logistik BPBD  Banyuwangi, Eka Muharam Suryadi menuturkan, tambahan tiga desa yang mengalami krisis air bersih itu terletak di Desa Ketapang, Kalipuro, Desa Sumbermulyo, Pesanggaran dan Desa Purwoharjo yang ada di Kecamatan Purwoharjo.

Ketiga desa yang mengalami krisis air  bersih tersebut kebanyakan memang  karena sumber mata air di sana sudah mengering karena  musim kemarau ini. ”Di Desa Ketapang itu yang mengalami  krisis air Dusun Pancoran, Desa  Sumbermulyo di Dusun Krajan  I, kalau di Purwoharjo juga ada  di Dusun Krajan,” terang Eka.

Loading...

Meski pihak Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) memprediksi bahwa  bulan November ini intensitas  kemarau menurun, namun  pihak BPBD tetap mengimbau  kepada seluruh masyarakat tetap hemat air selama musim  kemarau ini belum benar-benar  berakhir.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2