Kuasai Tiga Bahasa, Inggris, Jerman, dan Prancis

0
480

buasaiJARUM jam sudah menunjuk pukul 05.00 pagi itu. Calon penumpang kereta api di Stasiun Karangasem mulai berlalu-lalang. Ada yang sedang memeriksa barang bawaan, ada pula yang hanya sekadar duduk santai di ruang tunggu.

Sebagian calon penumpang ada yang antre di depan loket. Beberapa calon penumpang yang hendak masuk ruang tunggu berhenti sejenak di pintu masuk guna membeli koran jawa Pos Radar Banyuwangi edisi hari itu yang dijual pria paro baya di sekitar pintu masuk.

Pukul 05.15 penumpang bergegas menuju peron dan naik ke gerbong kereta yang sudah standby. Lima belas menit kemudian, tepat pukul 05.30, kereta Tawang Alun jurusan Kota malang tersebut berangkat. Beny Mustafa Kemal, loper koran yang setiap hari menjajakan koran di kawasan itu, beranjak 30 menit usai keberangkatan kereta.

“Saya mau segera geser ke Lampu Merah Penataban,” ujar pria yang genap berusia 66 tahun pada lumat 20 Maret 2015 kemarin. Pria yang tinggal di Jalan Supriyadi, RT 01, RW 02, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, itu berniat menjajakan koran yang belum terjual di sekitar Lampu Merah Penataban.

Begitulah aktivitas Beny setiap pagi. Tidak ada yang istimewa dari sosok Beny. Namun, siapa sangka pria beranak empat itu ternyata menguasai tiga bahasa asing, yakni Inggris, jerman, dan Prancis. Beny telah lama mendapatkan kemampuan tersebut sejak bergabung dengan perusahaan pengeboran minyak milik asing sebagai interpreter atau penerjemah bahasa.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Cegah Penyebaran Covid-19, PT KAI Daop 9 Kurangi Rute Banyuwangi