Kunjungi Pesantren, Bupati Anas Tinjau Kesiapan “New Normal”

0
18
Foto: Merdekacom

BANYUWANGI – Sejumlah pesantren di Banyuwangi mulai bersiap untuk membuka kembali aktivitasnya setelah lebih 3 bulan tutup karena pandemi COVID-19 yang juga berdampak di ujung timur Jawa ini. Akan tetapi, hanya pesantren yang mampu siap dengan konsep the new normal saja yang diperkenankan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Sesuai maklumat PWNU tentang pembukaan pembelajaran santri di pondok pesantren, pada prinsipnya kita memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pesantren kapan saatnya untuk aktif kembali. Tapi, kami mensyaratkan harus mampu menerapkan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam konsep new normal,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seperti dilansir dari Merdekacom, Jumat (5/6/2020).

Bupati Anas mengaku telah meninjau sejumlah pondok pesantren (PP) yang berencana membuka kembali pembelajaran untuk santri, salah satunya meninjau kesiapan PP. Miftahul Ulum, di Desa Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi.

Konsep new normal untuk pesantren sendiri mengacu pada hasil rapat koordinasi antara pengasuh pesantren, Pemkab Banyuwangi dan PCNU Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Loading...

Dalam rapat tersebut, terdapat beberapa poin yang harus dipenuhi pesantren sebelum mengaktifkan kembali pesantrennya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last