Beranda Sosial Lalat Buah Serang Cabai

Lalat Buah Serang Cabai

0
2241
Petani menyemprot cabai untuk mengurangi serangan lalat cabai dan gulma di desa Bengkak, Wongsorejo, siang kemarin

Harga Sekilo Lombok hanya Rp 6.000


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

WONGSOREJO – Petani cabai di Wongsorejo ketar-ketir menyusul serangan lalat buah dalam sebulan terakhir ini. Gara-gara lalat buah, tanaman cabai membusuk dan kering. Serangan paling dahsyat dirasakan petani cabai di Desa Bengkak.

Untuk melawan lalat buah, petani harus bekerja ekstra keras dalam merawat tanamannya agar tidak gagal panen. Petani rutin menyemprot pestisida dua minggu sekali agar tanaman mereka terhindar dari serangan lalat buah.

Loading...

Hampir 10 persen tanaman cabai yang terlanjur diserang lalat buah menjadi layu dan mati. Petani menjadi waswas karena akan berakibat berkurangnya hasil panen cabai yang mereka dapatkan.

Selain hama lalat buah, petani juga dihantui dengan kencangnya angin yang berdampak pada rontoknya pucuk daun cabai. “Banyak lalat buah sehingga cabai jadi oepat busuk dan kering. Dapat dipastikan nanti hasil panennya bakalan berhitung,” ujar Ari, 30, salah seorang petani cabai.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!