Mahasiswa Stikes Dibekali Entrepreneurship

0
463
TERTEGUN: H. Soekardjo melihat kreativitas para mahasiswi saat merajut benang menjadi bros warna-warni.
TERTEGUN: H. Soekardjo melihat kreativitas para mahasiswi saat merajut benang menjadi bros warna-warni.

BANYUWANGI—Dies natalis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) ke VI berlangsung meriah, pada Kamis (13/12). Berbagai pergelaran dihelat, yang diawali jalan sehat bersama seluruh mahasiswa Stikes, para dosen, serta civitas akademik lainnya. Jalan sehat yang melewati rute Jalan Letkol Istiqlah ke timur, itu juga diikuti Ketua Stikes Banyuwangi H. Soekardjo.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kegiatan lain untuk memeriahkan dies natalis kali ini juga ada bazaar. Pasar bazaar yang dibagi beberapa kelompok itu sangat menarik. Sebab, barang yang ditawarkan beragam. Mulai kuliner hingga hasil olah kerajinan tangan. Bagaimana hasilnya? Cukup membanggakan, hasil racikan bumbu dari tangan para mahasiswa Stikes bervariatif. Bahkan hasil utak-atik mereka juga menghasilkan bros dan kerajinan tangan cantik.

Loading...

Bazaar itu merupakan salah satu unit UKM (unit kegiatan mahasiswa) Stikes. Seperti halnya UKM bahasa, KSR, Brigade Siaga Mahasiswa, tarian, dan lainnya. Ketua Stikes Banyuwangi H. Soekardjo mengaku sangat mengapresiasi hasil kreativitas para mahasiswa itu. Menurut dia, dies natalis itu merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan menggali potensi para mahasiswa-mahasiswi di bidang entrepreneur. Menjadi entrepreneur, cetus Soekardjo, tidak menghalangi seseorang untuk berkiprah di dunia profesi yang ditekuni sebelumnya.

Bahkan menjadi entrepreneur juga bisa tercetus dari profesi yang telah ditekuni. Untuk menjadi entrepreneur pemula yang sukses, sebaiknya mempunyai rujukan yang bisa ditiru, baik dari segi strategi, negosiasi, komunikasi maupun pengembangan diri. “Nah hari ini (Kamis, Red) merupakan upaya untuk menggali potensi para mahasiswa atau mahasiswi memiliki jiwa entrepreneur tersebut,” katanya. Oleh karena itu, lanjut dia, penting bagi seorang lulusan perawat untuk dibekali mengenai entrepreneurship.

Hal tersebut bertujuan untuk mengubah perspektif seorang lulusan perawat mengenai prospek perawat, yang selama ini terfokus pada pelayanan dan pendidikan kesehatan saja. “Entrepreneur bukan hanya berbicara tentang bisnis. Di dalam ilmu keperawatan, entrepreneur adalah bagaimana membuat perawat menjadi lebih baik dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk diri-sendiri dan orang lain,” paparnya.(radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2