Beranda Budaya Marak Pencurian Bata Raksasa

Marak Pencurian Bata Raksasa

0
389
RAKSASA: Batu bata berukuran 40 cm X 20 cm X 10 cm di eks kompleks keraton Kerajaan Macan Putih.
RAKSASA: Batu bata berukuran 40 cm X 20 cm X 10 cm di eks kompleks keraton Kerajaan Macan Putih.

Situs Kerajaan Macan Putih


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KABAT – Sejarawan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, Sri Margana, mengaku prihatin dengan nasib situs Kerajaan Macan Putih di Desa Macan Putih dan Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat. Peninggalan peradaban yang tinggi dari kerajaan tersebut ternyata kini banyak yang raib dicuri orang tak bertanggung jawab.

Margana menyebut, ada kelompok yang telah terorganisasi dengan baik. Mereka diduga mencuri sejumlah situs peninggalan Kerajaan Blambangan dengan raja yang terkenal Prabu Tawang Alun itu. “Desa Macan Putih ini dulu pusat Kerajaan Blambangan dengan Raja Prabu Tawang Alun,” jelasnya.

Dari data yang ada, Margana mengungkapkan bahwa pusat Kerajaan Blambangan berpindah-pindah. Setiap pergantian raja, jelas dia, biasanya ibu kota kerajaan dipindah. “Pusat Kerajaan Blambangan pernah di Panarukan (Situbondo), pindah ke Kedawung (Jember), lalu ke Macan Putih ini,” terangnya.

Loading...

Bagi Margana, Kerajaan Blambangan di Macan Putih termasuk memiliki peradaban yang tinggi. Prabu Tawang Alun yang berkuasa pada 1655 M hingga 1691 M itu termasuk raja yang terkenal. “Ini yang membuat kami tertarik meneliti,” ujarnya. Selama sebulan ke depan, Margana bersama sepuluh peneliti yang di antaranya dari jurusan arkeologi UGM akan melakukan penelitian tentang struktur bangunan masa Kerajaan Blambangan Kami ingin tahu pola tata kota masa Hindu dulu,” cetusnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!