Meski Ekonomi Berat Akibat Pandemi, Banyuwangi Tak Kurangi Alokasi Dana Desa

0
13
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Di tengah kondisi keuangan daerah yang tergerus akibat pandemi Covid-19, Pemkab Banyuwangi tetap memberikan perhatian optimal pada keberlangsungan pembangunan desa.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu caranya dengan tidak mengurangi pagu alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 156,7 miliar yang disalurkan ke 189 desa se-Banyuwangi. ADD adalah dana yang bersumber dari APBD Banyuwangi untuk mendukung dana desa dari APBN.

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pandemi Covid-19 memang telah menyebabkan kondisi keuangan yang berat, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah. Kondisi tersebut turut berpengaruh pada transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah. Salah satunya dana perimbangan yang didalamnya memuat DAK, DAU, hingga dana bagi hasil (DBH). Otomatis pengurangan tersebut, berpengaruh pada alokasi dana di daerah.

Loading...

“Salah satunya harusnya juga berpengaruh pada alokasi dana desa (ADD). Karena ADD diambil dari dana perimbangan setelah dikurangi DAK, di mana DAK merupakan pos anggaran yang memang khusus dan tidak bisa diganggu gugat,” beber Anas.

Namun, lanjut Anas, Pemkab Banyuwangi mengambil kebijakan untuk tidak mengurangi anggaran ADD di tahun ini. Demi untuk menjaga keberlangsungan pembangunan di tingkat desa. Anggaran ADD Banyuwangi sendiri mencapai Rp156,7 miliar untuk 189 desa.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last