Nama Syech Siti Jenar Diabadikan Jadi Nama Desa

0
1495

DALAM penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dikenal istilah Wali Songo atau sembilan wali. Selain kesembilan wali itu, masih banyak waliyullah lain, salah satunya Syech Siti Jenar atau juga dikenal Syech Lemah Abang (Siti sama dengan Lemah, Jenar sama dengan Abang).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Semasa hidup, Syekh Siti Jenar dikenal senang mengembara hingga ke penjuru Nusantara. Dalam pengembaraan untuk menyebarkan agama Islam itu, pada tahun 1303 Masehi Syekh Siti Jenar singgah di Blambangan (Banyuwangi), tepatnya di Desa lemahbang.

Nama Desa Lemahbang (Lemah Abang) konon diambil dari nama Syech Siti Jenar. Bagi sebagian warga Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, tempat singgah Syekh Siti Jenar itu disebut Lastono. Nama Lastono berasal dari kata Tilas dan Ono.

Tilas berarti bekas, dan Ono artinya ada. “Jadi kalau  di rangkai, bekas tempat tinggal Syekh Siti Jenar yang masih ada, yaitu di pemakaman Lastono ini,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Lemahbang Kulon, Yahmadi. Sejalan dengan perkembangan zaman kala itu, di sekitar Lastono banyak dihuni oleh santri Syekh Siti Jenar.

Para santri itu diberi sebutan kaum Lemah Abang, dan tempat tinggalnya disebut Dukuh Lemah Abang, dan kini dikenal dengan Desa Lemahbang. “Nama desa ini bukti adanya penyebaran Syech Siti Jenar ke Blambangan (Banyuwangi),” terangnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Misterius, Remaja Asal Kabat Ini Babak Belur Dihajar Makhluk Gaib