Nenek di Gambiran Digendam, 12 Gram Emas Amblas

0
192
Foto: radarbanyuwangi

BANYUWANGI – Aksi kejahatan dengan modus gendam kembali terjadi. Korbannya kali ini, diketahui bernama Lasemi (87) warga Dusun Sidorejo Wetan, RT 1 RW 1, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Akibatnya, perhiasan emas berupa kalung seberat 12 gram amblas di bawa kabur pelaku.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari radarbanyuwangi, aksi tukang gendam itu, terjadi pada Senin (16/9), sekitar pukul 18.00. Awalnya pelaku datang ke rumah korban dengan alasan menanyakan alamat seseorang. Saat itu, pelaku yang tidak dikenal tersebut membawa dua bungkus bakso.

“Orang itu saya suruh masuk ke rumah,” terang Lasemi.

“Setelah masuk ke rumah, orang itu memberi bungkusan bakso,” imbuhnya

Loading...

Lasemi mulanya menolak, tapi karena dipaksa akhirnya bakso itu diterima dan dimakan.

“Orang itu mengaku dari toko emas dan bertugas mengecek emas dari rumah ke rumah,” ungkapnya.

Nah, usai menikmati bakso Lasemi mengaku seperti tidak sadar. Semua perintah orang yang baru dikenal itu dituruti.

Pelaku menyuruh Lasemi melepas kalung emas yang sedang dipakainya. Nenek itu menurut dan menyerahkan perhiasannya seberat 12 gram pada tamunya itu.

“Orang itu bilang kalung emas saya palsu. Saya lepas kalung saya dan memberikan kepada orang itu untuk diperiksa keasliannya,” ungkap Lasemi.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba mata Lasemi terpejam. Saat membuka mata, dia merasa seperti linglung. Bersamaan dengan itu, pria yang memeriksa kalung emasnya itu juga sudah lenyap.

“Kalung saya ternyata dibawa kabur oleh orang itu. Saya juga lupa dengan wajahnya karena ia mengenakan masker,” ungkapnya.

Baca :
Motor Hasil Curian Ditemukan di Tengah Sawah

Lasemi menyebut tamunya itu berbadan kurus tegap, rambut lurus cepak, berpakaian rapi, dan berkulit agak hitam. Setelah kecolongan, nenek itu langsung melaporkan pada ketua RT setempat.

“Saya cuma lapor pada ketua RT,” pungkasnya. (KabarBanyuwangi)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]