Pemkab Banyuwangi Siapkan Waduk Bajulmati “Bayangan”

0
145

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi bakal kembali menggenjot pembangunan infrastruktur pertanian tahun ini. Selain mengoptimalkan pembangunan jalan usaha tani,  pemkab juga akan fokus membangun fasilitas sumber daya air, seperti embung dan saluran  irigasi.

Khusus untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air, tahun ini pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar. Bahkan, pemkab juga berencana membangun empat embung besar dengan total  kapasitas tampung hampir 10 juta meter kubik alias setara dengan Waduk Bajulmati.

Artinya, empat embung besar itu bisa menjadi “bayangan” waduk Bajulmati.  Hal itu terungkap saat Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar rapat koordinasi (rakor)  bidang infrastruktur bersama jajaran satuan kerja perangkat daerah terkait kemarin (6/1). Rakor tersebut digelar di aula Rempeg Jogopati  kantor Pemkab Banyuwangi.

“Pembangunan infrastruktur pertanian ini meneruskan program-program kami dalam empat tahun terakhir. Sektor pertanian adalah salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat Banyuwangi,” ujarnya. Menurut Anas, pembangunan sektor pertanian tidak hanya dilakukan dengan penguatan teknis, misalnya inovasi budi daya maupun penanganan pasca panen.

Lebih dari itu,  penguatan itu juga ditopang dengan pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur sumber daya air. “Aliran air ke lahan harus dipastikan tidak macet dan dalam jumlah  yang cukup,” kata dia. Sekadar diketahui, panjang jaringan irigasi primer di Banyuwangi mencapai 3.718  kilometer (Km).

Sedangkan panjang jaringan irigasi sekunder dan tersier masing-masing mencapai 2.204 Km dan 797 Km. Jaringan irigasi  tersebut mengairi kurang lebih 66 ribu hektare sawah di Bumi Blambangan. Selain area persawahan, ada pula 82 ribu hektare  area perkebunan yang juga  membutuhkan air dalam skala  tertentu.

Anas menuturkan, untuk memperluas layanan sumber daya  air bagi sektor pertanian di  Banyuwangi, pihaknya bakal  kembali menambah jumlah  embung baru. Pada tahun ini  pemkab akan membangun 15  embung baru dengan kapasitas  tiap bervariasi antara dua ribu  meter kubik sampai lima ribu  meter kubik.

Jaringan irigasi tersier juga bakal dibenahi dan ditambah sebagai upaya  percepatan daya antar air dari hulu ke lahan-lahan pertanian. “Tahun ini APBD  Banyuwangi  mengalokasikan dana Rp 150  miliar untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air guna menopang kinerja sektor  pertanian,” cetusnya.

Selain infrastruktur sumberdaya air, pembangunan infrastruktur pertanian juga difokuskan ke jalan usaha tani untuk  menunjang aspek pasca panen.  “Aksesibilitas jalan antar desa dan kecamatan dibangun dan diperbaiki. Ini agar proses pemasaran hasil-hasil pertanian dari desa ke kota berjalan dengan  lancar. Aksesibilitas yang  meningkat membuka peluang  pasar yang lebih besar bagi petani,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas  Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, Dr Guntur Priambodo mengatakan, dengan pembangunan irigasi secara berkelanjutan, pihaknya menargetkan persentase ketersediaan  air bagi petani bertambah dari saat ini 200 persen menjadi 230 persen dalam dua atau tiga tahun ke depan.

”Artinya, sebagian petani atau sekitar 30 persen bisa menambah jumlah masa tanam, dari yang dulu cuma dua kali bisa menjadi tiga kali tanam dalam setahun,” ucapnya. Dia menambahkan, salah satu embung yang dibangun adalah embung berkapasitas sedang,yaitu embung Tasmuin di Kecamatan Songgon.

Embung iniberkapasitas 500 ribu meter kubik. Selain itu, empat besar berkapasitas hingga 2 juta meter kubik disiapkan di Banyuwangi wilayah selatan. Pembangunan empat embung  besar itu diharapkan terealisasi paling lambat pada 2020. Jika dikalkulasi, kapasitas empat embung besar itu bakal mencapai  delapan juta meter kubik alias hampir setara dengan kapasitas Waduk Bajulmati.

“Jika (pembangunan empat embung besar)  ini terealisasi, maka ketersediaan airnya hampir menyamai Waduk  Bajulmati di Kecamatan  Wongsorejo yang mencapai 10 juta meter kubik,” pungkasnya. (radar)

Loading...