Polres Banyuwangi Imbau Pelajar Hati-hati Gunakan Medsos

0
135

BANYUWANGI – Gonjang-ganjing pemberitaan kabar bohong alias hoax di media sosial (medsos) mendapat perhatian dari jajaran kepolisian. Lewat program kembali ke sekolah, Polres Banyuwangi mengingatkan kembali proses check and balance dalam menerima informasi, khususnya di media soslal.

Proses pengecekan kevalidan infomasi itulah yang ditekankan jajaran krpolisian dalam road show di sejumlah sekolah. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan pentingnya mencari kebenaran sebuah informasi dan pengaruh yang ditimbulkan bila berita atau kabar itu bohong alias tidak benar.

“Untuk sasarannya kami targetkan adalah pelajar. Sebab mereka rentan menjadi target penyebar berita bohong terutama di media sosial,” ujar AKP Bakin, Kasubag Humas Polres Banyuwangi.  Bakin menambahkan, pengaruh media sosial saat ini memang luar biasa.

Tidak ayal kondisi ini dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong alias hoax. Imbasnya bisa ditebak, muncul keresahan di masyarakat dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban itu sendiri.

Dampaknya bagi pelajar, mereka bisa terpengaruh oleh berita bohong tersebut. Dampak buruknya mereka bisa terlibat dalam berbagai masalah mulai sosial hingga terbelit hukum. “lni yang harus di waspadai, jangan asal percaya berita di media sosial, Chek and balance dulu,” sarannya.

Lewat road show di sekolah ini, Polres Banyuwangi berharap ada sisi pendampingan bagi siswa dalam berselancar di dunia maya. Polisi meminta media sosial digunakan sebagai mana mestinya. Tidak saling hujat hingga menebar kebencian.

Bakin berharap siswa bisa mengenali berita bohong dl media sosial. Berita menyesatkan berdampak bisa memberikan efek multidimensi. “Kenali dulu, cerna, dan jangan mudah percaya,” tegasnya. (radar)

Loading...