Rumah Kelelawar Ancam Warga

0
581
Rumah kelelawar di wisata Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring ini rawan ambruk dan membahayakan pengunjung, kemarin (20/11).

CLURING – Lokasi wisata Djawatan di tempat penimbunan kayu (TPK) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, akhir-akhir ini cukup ramai dikunjungi warga. Hanya saja, pengunjung perlu waspada karena ada bangunan yang rawan ambruk.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bangunan yang kini hampir separonya tinggal rangka itu, selama ini dibuat untuk tempat kelelawar. Genting pada bangunan itu, sudah banyak yang mrotoli. “Sangat membahayakan,” cetus Sudirman salah satu pengunjung.

Bangunan yang dibuat untuk tempat kelelawar itu, termasuk distinasi yang ditonjolkan di wisata Djawatan. Sejumlah pengunjung juga banyak yang mendatangi. “Harus  berhati-hati,” terangnya.

Sementara itu, ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Dwijono Kiswirjahtro, mengatakan bangunan rumah kelelawar tersebut akan diperbaiki dalam waktu dekat. Tujuan perbaikan itu agar kelelawar tetap berada di lokasi dan tidak berpindah. “Akan segera diperbaiki, kelelawar itu untuk wisata juga,” katanya.

Selain untuk tujuan wisata, terang dia, perbaikan itu bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga habitat satwa seperti burung, dan kelelawar. “Yang pasti kita memberikan kelompok burung dan kelelawar tetap ada di habitatnya,” jelasnya.

Perbaikan akan dilakukan dengan cara memperkuat tiang dari rangka penyangga. Agar bangunan itu tidak disalahgunakan dan kelelawar tidak terganggu, pihaknya akan membangun pagar di sekeliling rumah kelelawar. “Hanya diperkuat pilar-pilarnya,” katanya seraya menyebut kalau pihaknya tengah menunggu pencairan dana. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :