Salak Banyuwangi Tembus Hongkong, Pemkab Dampingi Petani Dapat Sertifikasi GAP

0
34
Foto: Merdekacom

BANYUWANGI – Produksi salak asal Kabupaten Banyuwangi telah memasuki ekspor perdana ke Hongkong di tengah pandemik Corona (COVID-19).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Merdekacom, sebanyak 4 ton salak asal Banyuwangi telah lolos uji standar dan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari (SPS) melalui Karantina Pertanian Surabaya pada pekan ini.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi mencatat, terdapat 3 kecamatan yang menjadi daerah penghasil salak jenis pondo yang telah masuk pasar ekspor ke Hongkong, yakni Sempu, Licin dan Glenmore.

“Jadi daerah penghasil salak di Banyuwangi itu ada di Sempu, Licin dan Glenmore. Ekspor buah salak oleh eksportir PT. CCI (Cemerlang Cahaya Internasional. Jenis bibitnya salak pondo, itu buah salak yang memang disukai di Indonesia dan pasar ekspor,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, Rabu (17/6/2020) kemarin.

Agar petani bisa mendapatkan pasar ekspor, kata Ilham, dinas pertanian terus mendampingi petani buah agar mendapatkan sertifikasi penanaman Good Agricultural Practices (GAP).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last