Saluran PDAM Jalan Ijen-Lateng Mampet

0
326

seorang-warga-terpaksa-melakukan-aktivitas-mencuci-baju-dan-cuci-perkasas-dapur-di-sungai-lingkungan-kalilo-singonegaran-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Warga di sepanjang Jalan Ijen, Lingkungan Singodiwongso, Kelurahan Singotrunan, dan sekitarnya beberapa hari terakhir tidak dapat menikmati saluran air PDAM dengan lancar. Saluran air PDAM hanya mengalir pada saat malam  hari saja. Itupun alirannya tidak terlalu besar.

Sementara saat siang hari dipastikan tidak mengalir sama sekali. Keluhan serupa juga dirasakan  warga Lingkungan Tangkong, Kelurahan Singoturunan hingga Kelurahan Temenggungan. Warga  pun resah dengan fenomena mampetnya saluran PDAM yang berlarut-larut tersebut.

Yayak, 35, salah satu warga alan Ijen, Kelurahan Singotrunan menuturkan, saluran air PDAM di  lingkungannya mampet sejak tiga  hari terakhir ini. Saat ini, dia dan warga lainnya harus pintar-pintar menyimpan air saat saluran PDAM  mengalir di waktu malam hari.

”Kadang saya nunut mandi di toilet supermarket di Jalan Basuki  Rahmat. Soalnya air yang saya tandon pada malam hari tidak  cukup, alirannya sangat kecil  sekali,” ungkap Yayak.  Tidak hanya warga di Jalan Ijen,  warga di Jalan Bunyu, Kelurahan Lateng pun merasakan hal demikian. Sejak beberapa hari terakhir,  saluran air hanya mengalir malam  hari saja dengan debit air sangat  kecil sekali.

Loading...

”Iya betul mampet  terus airnya, setiap malam selalu  nandon air. Tapi ya gitu, air hanya  cukup digunakan mandi untuk   satu orang saja,” jelas Indra, 25, warga setempat. Keluhan juga dirasakan warga di Kelurahan Singonegaran. Sudah lima hari ini air PDAM  tidak mengalir.

“Air PDAM di  sini, kalau siang mati, hanya hidup mulai pukul 01.00-05.00.  Jadi warga harus bangun ma lam untuk menandon air,” keluh Berti, warga Jalan Progo, Singonegaran. Dengan kondisi seperti ini, warga di Singonegaran harus melakukan aktivitas mencuci baju, perabotan  memasak, dan mandi terpaksa  harus ke sungai.

Warga juga sudah beusaha melaporkan ke petugas PDAM, namun air masih tetap mampet sampai kemarin. Direktur PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat  menjelaskan, mampetnya saluran PDAM di wilayah Banyuwangi kota disebabkan karena debit air di sumber air Kluncing, Kecamatan Giri sedang  berkurang dengan sangat drastis.

Jika normalnya air berada pada angka 50 cm di atas batas normal,  saat ini air berada pada angka 8  cm saja di atas batas normal. ”Ini  yang memicu pembagian air menjadi tidak merata,” jelas Ayub. Saat ini PDAM memasang pipa besar sejauh 1,5 Km.

Pipa besar dan panjang itu nanti akan mengambil air dari sumber lain untuk dialirkan ke daerah-daerah yang  sering mengalami gangguan. Tidak  hanya itu, pihaknya juga melakukan pengecekan ke berbagai pipa-pipa lama karena adanya indikasi kebocoran pipa.

”Memang ada indikasi kebocoran, saat ini masih kami cari dan kami tangani. Macetnya air ini tapi lebih disebabkan debit air menurun,” tandasnya. Dia meminta kepada masyarakat untuk bersabar terlebih dahulu. Pihaknya menargetkan dalam  waktu seminggu ke depan, saluran  air di berbagai lingkungan yang mampet bisa segera ditangani   dengan langkah-langkah PDAM  yang telah dilakukan.

”Sementara masyarakat harus rutin nandon air karena malam hari aliran air  keluar. Kalau perlu kita kirimi air tangki, silakan menghubungi kami,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :