Seblang Olehsari tanpa Tarian

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Ritual tarian Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, digelar secara tertutup pada Jumat (29/5/2020) kemarin.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, untuk meminimalisasi jumlah pengunjung, semua akses jalan menuju lokasi ditutup 2 jam sebelum pelaksanaan ritual. Warga asli Desa Olehsari juga tidak diperkenankan masuk.

Mereka menunggu di luar hingga ritual selesai. Sejumlah tetua Seblang berkumpul. Tidak ada penonton dalam ritual tersebut, kecuali petugas kesehatan, panitia, dan aparat keamanan dari Polsek, Koramil, dan Linmas setempat.

Ritual digelar sederhana. Setelah proses doa, para tetua Seblang bersama pawang dan panitia bersama-sama menyantap nasi tumpeng dan pecel pitik yang sudah disediakan. Tidak ada aksi tarian Seblang siang itu. Tapi, ada salah satu wanita yang kesurupan ruh seblang “Sayu Atikah”.

Wanita bernama Khodijah itu sempat meminta kepada pawang Seblang dan panitia untuk membuka gerbang pembatas yang menutup akses ke tempat ritual digelar.

Barulah setelah itu, pintu-pintu yang membatasi akses dibuka. Beberapa orang yang sempat tertahan di luar pagar akhirnya diperbolehkan masuk.

Khodijah juga sempat memanggil Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis dan pawang Seblang, Akwan. Khodijah berbisik jika dirinya mengizinkan untuk ritual digelar dengan sederhana. Tetapi, dia meminta jika nantinya Covid-19 mereda, pelaksanaan tari Seblang harus digelar lagi.

Ketua Panitia Seblang Olehsari Eko Sukartono berupaya agar pelaksanaan Seblang tetap bisa menyesuaikan dengan situasi sekarang. Akhirnya setelah berkoordinasi dengan Forpimka, Kapolresta, dan tokoh adat, disepakati Seblang digelar secara tertutup. Proses ritual pun hanya mengambil intinya saja.

“Ritual tahun ini tanpa ider bumi dan tari-tarian,” kata Eko.

Di akhir ritual, seluruh perempuan yang memiliki garis keturunan Seblang dan para tetua melakukan ritual lungsuran. Dalam ritual ini pawang Seblang Olehsari Akwan menyiramkan air yang sudah diberi doa kepada peserta ritual.

“Yang penting ritual inti seperti sesaji dan lungsuran ini digelar. Lungsuran ini berisi doa dan sawab supaya masyarakat adat dan seluruh warga Olehsari terhindar dari Covid-19,” timpal sang pawang Seblang, Akwan.

Jika wabah korona sudah reda, kata Akwan, tarian Seblang tetap digelar.

“Saya dan Pak Lurah diingatkan tetap memiliki utang. Bulan apa pun nanti tarian Seblang harus tetap digelar,” pungkasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: