Seblang Tua Tolak Pageblug

0
926

BANYUWANGI – Tradisi berbau mistis memang mengakar kuat di kalangan masyarakat Banyuwangi. Begitu juga dengan tari seblang yang dilakukan warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu malam (4/11). Tradisi yang merupakan rangkaian ritual bersih desa tersebut diyakini dapat menghindarkan petaka.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seblang Bakungan berbeda dengan Seblang Olehsari. Penari Seblang Bakungan adalah wanita tua yang sudah memasuki masa menopause, sedangkan penari Seblang Olehsari adalah seorang gadis Perbedaan lain adalah, Seblang Bakungan digelar tujuh hari pasca Idul Adha, sedangkan Seblang Oleh sari dilaksanakan setelah peringatan hari raya Idul Fitri.

Ketua Adat Seblang Bakungan, Bu sairi mengatakan, ritual be r sih desa yang dirangkai dengan pergelaran seblang tersebut bertujuan menolak balak, seperti wabah pageblug, serangan hama tanaman pertanian warga, maupun bencana alam. “Seblang juga bertujuan agar masyarakat tidak diganggu para lelembut,” ujarnya.

Rangkaian ritual tersebut diawali dengan nyekar ke makam penari seblang pertama, yak ni Buyut Witri. Usai nyekar, beberapa perwakilan warga mengambil air di sumber penawar. Kemudian, usai salat magrib, warga diwajibkan mematikan se luruh lampu. Untuk pe nerangan, warga hanya di perbolehkan menggunakan obor dan diletakkan dihalaman rumah.

Loading...

“Saat semua lampu dipa damkan, beberapa warga menggelar Ider Bumi keliling kampung dengan membawa obor. Ider Bumi dimulai di depan masjid dan finis juga di depan masjid setempat. Saat sebagian warga melakukan Ider Bumi, sebagian warga yang lain mempersiapkan hidangan untuk selamatan desa. Usia Ider Bumi, warga kemudian melakukan selamatan di tengah jalan utama Kelurahan Bakungan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2