Seratus Model Berlenggak-Lenggok

0
285

peserta-kategori-anak-anak-berjalan-di-atas-catwalk-trotoar-sisi-selatan-taman-blambangan


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Fashion on Pedestrian Jelang Batik Festival

BANYUWANGI – Gelegar Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2016 kian membahana. Setelah diawali ajang lomba mencanting batik Kamis lalu (6/10), rangkaian even akbar yang bertujuan menunjukkan eksis tensi  sekaligus mempromosikan batik khas Bumi Blambangan itu dimeriahkan dengan perhelatan Fashion on Pedestrian kemarin (7/10).

Trotoar di sisi selatan Taman Blambangan, Banyuwangi disulap menjadi catwalk untuk seratus model dadakan untuk berlenggok-lenggok memeragakan busana batik Banyuwangai. Ya, para peserta Fashion on Pedestrian tersebut bukanlah model profesional.

Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai siswa, pegawai instansi di lingkungan Pemkab Banyuwangi, pegawai  instansi vertikal di Bumi Blambangan, dan pegawai perbankan.  Penonton yang memadati lokasi  acara dibuat kagum bercampur gemas ketika menyaksikan penampilan 20 peserta kategori  anak.

Bagaimana tidak, dengan ekspresi penuh percaya diri, gerakan tubuh dan kaki-kaki kecil mereka begitu luwes melenggang di hadapan dewan juri. Busana batik model casual yang mereka pakai membuat anak-  anak tersebut tampak semakin   menggemaskan. Peserta perempuan tampak sangat anggun, sedangkan peserta laki-laki  tampak sangat gagah dan berwibawa.

“Anak-anak hebat. Meski masih kecil, mereka punya rasa percaya diri begitu tinggi,” gumam Ria, salah satu penonton. Selain peserta kategori anak, ajang Fashion on Pedestrian kali  ini juga diikuti peserta kategori  remaja. Berbeda dengan peserta kategori anak yang memeragakan busana batik casual, peserta kategori remaja mengenakan busana pesta bermotif batik Banyuwangi.

Loading...

Setelah menikmati penampilan  peserta kategori remaja, penonton  disuguhi penampilan kategori  dewasa. Kali ini masing-masing peserta memeragakan baju batik model busana kerja. Penampilan peserta kategori remaja dan dewasa itu tidak kalah baik dibandingkan penampilan kategori  anak.

Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko hadir langsung dan menyaksikan ajang Fashion on Pedestrian tersebut hingga tuntas. Dia datang didampingi sang istri, Ny. Minuk  Uliawati Yusuf Widyatmoko.  Selain Wabup dan istri, Ketua  Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Banyuwangi, Ny. Dani Azwar  Anas, juga hadir.

Tak ketinggalan  sejumlah anggota forum pimpinan daerah (forpimda) dan para pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi menyaksikan even  itu secara langsung. Dalam sambutannya, Wabup Yusuf mengatakan dirinya merasa bangga dengan kreativitas para peserta.

“Mari kita mengangkat batik Banyuwangi ke level yang lebih tinggi,” serunya.  Yusuf menambahkan, rangkaian kegiatan BBF yang merupakan salah satu kegiatan dalam Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016  bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap batik khas  Banyuwangi.

“Batik Banyuwangi  kini bukan lagi sekadar fashion, tapi kekayaan dan kebanggaan daerah,” cetusnya.  Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Dispedindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, menuturkan rangkaian BBF memadukan unsur pariwisata, edukasi, sekaligus transfer knowledge.

“Karena rangkaian BBF terdiri dari beragam kegiatan, mulai lomba desain batik, lomba men- canting batik, Fashion on Pedestrian, hingga puncak acara BBF  Minggu malam (9/10),” kata dia.  Dia menjelaskan, pada agenda Fashion on Pedestrian kemarin,  pihaknya sengaja memilih trotoar  sebagai catwalk bagi para peserta.

“Ini sekaligus sebagai wahana  sosialisasi bahwa fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Jadi, diharapkan tidak ada lagi penyalahgunaan fungsi trotoar, misalnya untuk lapak pedagang kaki lima (PKL) dan lain-lain,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Baca Juga :