Sering Turun Hujan, Kualitas Jeruk Menurun

0
779
Karijan memanen jeruk miliknya di Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring.
Karijan memanen jeruk miliknya di Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring.

CLURING – Hujan yang hampir setiap hari turun, ternyata mempengaruhi kualitas buah jeruk. Saat ini, para petani jeruk banyak yang kesulitan mendapatkan hasil panen yang berkualitas super.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu petani jeruk, Karijan, 62, asal Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, mengatakan dari hasil panen di kebunnya jeruk yang masuk kategori super atau kelas A hanya berkisar 15 persen sampai 20 persen. “Misalnya panen dapat satu kuintal, jeruk yang super paling cuma 20 persen. Sisanya kategori B dan C, ada yang kecil dan rusak dengan harga sangat murah,” katanya.

Loading...

Karijan yang memanen jeruk bersama keluarganya itu mengaku kalau saat ini kesulitan mendapatkan jeruk dengan kualitas super. Tidak sedikit dari jeruk yang dipanen jadi rusak karena sering turun hujan. “Sulit mencari jeruk berukuran besar, air yang berlebih membuat jeruk rusak,” ujarnya.

Petani dan pedagang jeruk, Siswoko, 41, mengaku sudah keliling untuk melihat kondisi tanaman jeruk di daerah lain. Dan ternyata, kondisinya sama. “Setiap panen jeruk, yang super hanya 20 persen. Kalau cuaca baik jeruk kualitas A bisa mencapai 35 persen sampai 40 persen,” ungkap warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring itu.

Disinggung mengenai harga jeruk, Siswoko menyampaikan kalau harga masih cukup stabil. Untuk jeruk super, dari petani berkisar antara Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kilogram. “Kalau di pasaran bisa tembus Rp 10 sampai Rp 12 ribu per kilogram,” cetusnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2