Tidak Pakai Masker Dihukum Push Up

0
78
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Kesadaran masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, sepertinya masih rendah. Saat tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sempu menggelar patrol, warga masih banyak yang tidak mengenakan masker, Kamis (16/7/2020) malam.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, dalam razia masker itu, tim Gugus Tugas Covid-19 menemukan warga yang berada di pusat keramaian, seperti di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gendoh, Dusun Genitri, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu tidak memakai masker. Dan itu, langsung ditegur. Warga itu, selain diberi peringatan juga ada yang dihukum push up sebanyak 20 kali.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono menyebut hukuman push up yang diberikan itu sebagai langkah untuk memberi efek jera. Warga biar bisa disiplin mengenakan masker tanpa harus menunggu kedatangan petugas.

Selama pandemi, kebiyasaan anyar mustahil bisa berjalan maksimal jika masyarakatnya tidak menjalankan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Perlu ada kesadaran masyarakat agar penularan Covid-19 bisa dicegah, salah satunya mengenakan masker di mana berada,” terangnya.

Menurut pria yang akrab disapa dr Rio itu, mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 di Banyuwangi terus meningkat. Tapi, angkanya relatif kecil dibandingkan daerah lain. Masyarakat, kini sudah bebas keluar rumah, tapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kalau itu tidak dijalankan, maka mustahil virus Korona bisa di cegah.

“Aktivitas tetap berjalan, ekonomi telap jalan, tapi nnasyarakat harus disiplin menerapkan adaptasi kebiyasaan anyar,” pungkasnya.

Baca :
Bagi-Bagi Alat Usaha ke Perempuan Korban Kekerasan, Bupati Banyuwangi Tulis Surat