Tingkatkan Kualitas Musrenbang, Bappeda Gandeng Stikom

0
362
H. Chairul Anam
H. Chairul Anam

Gelar Workshop Sistem Informasi Perencanaan Bagi Desa dan Kelurahan


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Dalam rangka peningkatan kualitas penyusunan rencana pembangunan desa/ kelurahan tahun 2014 serta peningkatan kualitas Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang akan dilaksanakan bulan Januari 2013, Bappeda bekerjasama dengan Stikom (Sekolah Tinggi Ilmu Komputer) Banyuwangi menyelenggarakan Workshop Entry Data Musrenbang Desa/Kelurahan ke dalam Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah (SIPKD).

Workshop ini diikuti 241 peserta yang dilaksanakan dalam tiga gelombang selama tiga hari mulai tanggal 6 hingga 8 Desember 2012 di Laboratorium Komputer Stikom Banyuwangi. “Tujuan workshop ini untuk memberikan pembekalan dan meningkatkan pemahaman untuk meningkatkan kualitas proses (pra, pelaksanaan, dan pasca) Musrenbang Desa/Kelurahan melalui Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Daerah serta menyamakan persepsi dalam peningkatan kualitas dokumen perencanaan tahunan desa/kelurahan secara terintegrasi,” kata Ketua Stikom Banyuwangi, H. Chairul Anam saat ditemui di kantornya kemarin.

Chairul menjelaskan, hasil workshop ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) di seluruh desa se-Kabupaten Banyuwangi. Penyusunan RKPDes yang selama ini manual, lambat dan tidak terintegrasi dengan sistem perencanaan daerah, mulai tahun 2013 diharapkan menjadi lebih cepat dan terintegrasi dalam database pemerintah daerah. Dengan demikian penyusunan rencana pembangunan desa menjadi lebih berkualitas sehingga menunjang keberhasilan pembangunan daerah.

Loading...

Inilah harapan sebagaimana slogan perencanaan “If we fail to plan, we are planning to fail ( jika kita gagal menyusun rencana maka sebenarnya kita sedang merencanakan untuk gagal, Red). Kalimat ini juga menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan lebih baik penyusunan rencana pembangunan desa/kelurahan tahun 2014. Selama ini, lanjut dia, entry data yang dilakukan oleh petugas desa terbatas pada usulan APBD kabupaten dan dilakukan setelah Musrenbang Desa/kelurahan selesai dilaksanakan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2