Tumpukan Material Proyek Makan Korban

  • Bagikan

Di Desa Kelir Tiga Pengendara Sepeda Motor Terluka Parah

KALIPURO – Ini peringatan rekanan proyek infrastruktur agar tidak seenaknya menamh materialan di pinggir jalan. Gara-gara tumpukan materialan yang ditaruh sembarangan tersebut, sejumlah penggum jalan kena imbasnya.

Tak sedikit pengguna jalan menabrak gundukan materialan hinga terluka parah. Peristiwa kecelakaan hampir terjadi pada malam hari. Sebab, tumpukan materialan itu tidak diberi rambu atau lampu penerang. Kejadian terbaru menimpa tiga pengendara sepeda motor di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro Sabtu malam kemarin (14/11).

Akiabat batu proyek pembangunan plengseengan jalan yang diletakkan sembarangan itu, tiga pengendara mengalami kecelakaan. Satu orang mengalami kecelakaan ringan sehingga dapat langsung pulang. Sementara dua lainnya harus dilarikan ke RSUD Blambangan karena mengalami luka penah.

Kejadian bermula ketika bebatuan kali yang akan digunakan untuk membangun saluran irigasi yang berada di salah satu jalan yang menghubungkan Desa Telemung dan Desa Kelir itu diletakkan di tepian jalan. Jumlah batu yang cukup banyak membuat jalan yang seharusnya dapat dilalui dua kendaraan roda empat, menjadi hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat.

Ditambah lagi, batu tersebut diletakkan sore hari menjelang maghrib. Sehingga banyak warga yang tidak tau ada batu-batu yang mengisi jalan ditambah lagi tidak ada penerangan jalan di jalan tersebut. Berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat, Sidik, 49, ada tiga warga yang menjadi korban karena menabrak batu kali.

Kejadian pertama pukul 17.00, namun korbannya tidak  parah. Setelah menabrak materialan, pengendara tersebut bisa pulang sendiri.  Yang paling parah justru menimpa Budi, 32, warga Desa Tlemung dan Sapawi, 45, warga dusun Pekarangan, Desa Kilir.

“Budi jatuh habis Magrib. Jatuhnya cukup Parah. Sepertinya ada yang patah tulang, soalnya sempat pingsan. Kalau Pak Sapawi jatuh pukul 20.00, tadi langsung diangkut mobil L300 ke rumah sakit. Mukanya penuh darah,” ujar warga nersebut.

Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi tiba di lokasi kejadian, yang tersisa tinggal sepeda korban yang masih berada di tepian jalan. Sepeda motor merk Suzuki Bravo dengan pelat nomor P 6567 WI itu ringsek di bagian depan dan rem belakang. Ceceran darah korban pun masih ada di tengah jalan yang kemudian segera ditutupi warga dengan pasir.

Sebagian warga yang melihat susunan batu tersebm pun tampak emosi. Kemudian mereka memasang tanda dari kayu dan tas  untuk menandai keberadaan batu. “Seharusnya yang mengerjakan proyek ini mikir dulu atau koordinasi sama kepala desa biar tidak diletakkan sembarangan,” cetus salah satu warga.

Kepala Desa Kelir, Alfian Harsono saat dikonfirmasi mengatakan, kecelakaan terjadi karena kelalaian sopir truk yang menurunkan batu sembarangan.  Sehingga menimbulkan korban kecelakaan. Berdasarkan keterangan yang diadapat, proyek irigasi itu dikerjakan CV Setia Kawan.

Alfian mengatakan jika seharusnya sopir truk hanya menurunkan satu rit batu. Itupun diturunkan saat masih ada pekerja. Namun, si sopir rupanya malah mengirimkan sebanyak dua rit di sore hari setelah para pekerja pulang.

“Semalaman kita mengurusi warga yang jatuh sambil menunggu pihak CV. Lita minta pihak CV menanggung kerugian, terutama ongkos rumah sakit para korban. Kesalahannya ada pada sopir truk yang meletakkan sembarangan, tapi tadi sudah diselesaikan oleh pemilik CV,” tandas Alfian.

Diperoleh keterangan, peristiwa tumpukan material proyek tidak hanya terjadi di Desa Kelir. Sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi di jalan desa yang menghubungkan Singujuruh-Desa Padang. Gara-garanya sama, yaitu tumpukan material batu tersebut hampir memakan separo badan jalan.

Tunpukan material itu mengakibatkan tiga pengendara terluka. PU Bina Marga juga harus menegur kontraktonya,” ujar seorang warga Singojuruh yang namanya tidak mau disebut. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: