Beranda Sosial Videotron Abaikan UU LLAJ

Videotron Abaikan UU LLAJ

0
800

BANYUWANGI – Tiga tahun lalu Pemkab Banyuwangi galak melakukan aksi bersih-bersih papan reklame yang berdiri di sejumlah titik. Ratusan papan reklame yang sudah habis masa izin operasionalnya tidak diperpanjang, dan langsung dibongkar paksa setelah pemiliknya menolak membongkar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setelah melakukan aksi bersih-bersih papan reklame itu, kini Pemkab Banyuwangi mulai “mengobral” izin pendirian papan reklame baru. Beberapa papan reklame dengan izin baru marak berdiri, baik di dalam kota Banyuwangi di luar kota Banyuwangi.

Yang terbaru, Pemkab Banyuwangi sudah mengeluarkan izin berdirinya videotron di Simpang Lima, Banyuwangi. Satu reklame di ujung Jalan Jaksa Agung Suprapto sudah beberapa bulan lalu berdiri. Satu videotron lagi di ujung Jalan Wahid Hasyim dan Jalan dr. Soetomo sedang dalam proses pembangunan.

Walau sudah memiliki izin resmi dari Pemkab Banyuwangi, tapi beberapa reklame masih terkesan “mengabaikan” undang-undang yang berlaku. Seperti yang terlihat pada videotron di ujung Jalan Jaksa Agung Suprapto yang dibangun di atas trotoar jalan.

Videotron yang dibangun di atas Pos KTL itu jelas-jelas melanggar Pasal 28 ayat (2) UU 22  Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan (LLAJ). Dalam pasal itu disebutkan, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud Pasal  25 ayat (1).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!