Warga Berebut Benih Padi di Keboan Aliyan

0
96
Foto: Timesindonesia

BANYUWANGI – Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi menggelar tradisi Keboan Aliyan, Minggu (8/9/2019). Dalam tradisi tersebut ada prosesi yang dinamakan “Ngurit” yang artinya menebar benih padi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Timesbanyuwangi, bagi warga sekitar, benih padi yang dibuat ritual tersebut dipercaya akan mendatangkan keberuntungan jika dibuat bercocok tanam.

Sehingga, usai acara tersebut warga langsung berebut untuk mendapatkan benih padi.

“Benih padi tersebut jika dicampur dengan benih lain dan dibuat bercocok tanam akan padi menjadi tumbuh subur,” kata salah satu tokoh adat Desa Aliyan, Budianto.

“Dan ini merupakan acara inti ritual Keboan,” jelasnya.

Ritual ini, lanjut Budianto, untuk melestarikan tradisi atau budaya turun temurun dari leluhurnya.

“Ritual yang menceritakan siklus bercocok tanam tersebut juga mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar,” kata Budianto.

“Dua hari sebelum acara keboan ini digelar disini digelar bazar. Dan jualan warga laris manis diserbu oleh pengunjung,” terangnya.

Sekedar diketahui, tradisi kebo-keboan di Banyuwangi berkembang di dua desa. Selain keboan di Desa Aliyan Rogojampi, tradisi kebo-keboan juga ditemui di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Keduanya, baik Keboan Aliyan maupun kebo-keboan Alasmalang, dilaksanakan setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. (KabarBanyuwangi)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]