Gagas Konsep Bermusik Menuju Dunia

0
620

Personel-Lalare-Orkestra-ketika-menggelar-konser-tunggal-di-Gesibu-Blambangan-pertengahan-Juni-2015-lalu.

LEWAT Lalare Orksetra, anak bukan sekadar dijadikan objek pengembangan musik tradisional, melainkan sebagai subjek. Alasannya, kelak anak-anak itulah yang bakal menjadi penerus para seniornya saat ini. Ketua DKB, Samsudin Adlawi, mengatakan Lalare Orkestra dibentuk untuk mewadahi bakat-bakat musik anak-anak Banyuwangi yang luar biasa besar.

Betapa tidak, tidak sedikit anak di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini sudah mulai mengenal musik Banyuwangian sejak mereka berada dalam kandungan sang ibu. Setelah bakat-bakat bermusik anak diwadahi, DKB lantas menampilkan kemampuan bermusik mereka di hadapan publik.

Menurut Samsudin, menampilkan kemampuan anak memainkan musik tradisional merupakan  cara paling efektif untuk mengangkat marwah musik tradisional Banyuwangi. “Dengan tampil di depan publik, anak-anak memiliki kebanggaan bahwa mereka adalah seniman musik etnik Banyuwangi,” ujarnya kemarin (7/8).

Setelah melalui proses pelatihan dan gemblengan dari para maestro musik etnik Banyuwangi selama sekitar enam bulan, anak-anak usia SD dan SMP/sederajat tersebut tampil pada Konser Lalare Orkestra Jilid I pada 1 Agustus 2015.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Ratusan KPM PKH di Banyuwangi Mundur, Ini Alasannya