Ditolak Rumah Sakit, Pasien BPJS Lapor Polisi

0
1353


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Kasus penolakan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali terulang. Kali ini menimpa Sri Suprobowati, (41), warga Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Sri Suprobowati yang datang bersama suaminya Aiptu Nengah Sumonasa (44) ditolak Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah saat mengalami pendarahan. Alasannya pendaftaran untuk pasien BPJS sudah tutup. Diapun melaporkan apa yang dialaminya ini ke Polisi.

Perlakuan tak mengenakkan itu, terang Nengah Sumonasa, terjadi 3 Januari lalu. Kala itu, sang istri mengalami pendarahan saat kondisinya hamil 4 bulan. Sang istri mendapatkan rujukan ke RS tersebut setelah mendatangi klinik Polres Banyuwangi.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, kami datang ke poliklinik RS Fatimah. Lalu, mendaftar sebagai pasien BPJS. Bukannya diterima, justru petugas pendaftaran mengatakan layanan BPJS sudah tutup. Dan, dokter yang menangani diklaim sedang operasi. Kemudian diarahkan datang lagi keesokan harinya. Padahal saya sudah jelaskan kondisi istri saya,” kata Sumenasa kepada wartawan, usai melapor ke Polres Banyuwangi, Kamis (11/1/2018).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last